Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
“Kalau dihapuskan sepenuhnya sepertinya tidak. Nanti akan kami segera bahas di rapat anggaran.”
MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA – Isu terkait pengurangan drastis bahkan penghapusan total anggaran untuk kemitraan media dalam struktur APBD Kaltim 2025 mendapat sorotan dari legislatif.
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa langkah tersebut perlu dikaji secara matang.
Menurutnya, efisiensi anggaran memang penting dan fokus pada program gratis poll dan josspoll.
Dimana inti dari program tersebut adalah pendidikan, peningkatan SDM serta pembangunan ekonomi, namun bukan berarti menghilangkan sepenuhnya alokasi bagi media yang selama ini berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarluaskan informasi pembangunan kepada publik.
“Kalau dihapuskan sepenuhnya atau di nol kan sepertinya tidak. Nanti akan kami bahas di rapat anggaran,” ujarnya Jumat (23/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa media memiliki peran vital dalam menjembatani informasi antara pemerintah dan masyarakat, baik terkait kebijakan publik, capaian pembangunan, hingga layanan sosial.
Oleh karena itu, penganggaran untuk kemitraan media tetap perlu dipertahankan, meskipun disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah dan tingkat kewajaran.
Jangan juga porsi media melebihi porsi program prioritas, sampai ratusan milyar. Intinya harus wajar, efektif dan efisen.
“Media ini mitra strategis. Informasi tentang kegiatan dan pembangunan pemerintah sampai ke masyarakat melalui mereka,” tambah Syarifatul.
Dalam konteks demokrasi dan transparansi, peran media juga krusial sebagai alat kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.
“Harapan kami media bisa tetap dianggarkan namun tetap dalam porsi yang wajar,” tegasnya. (Redaksi/Git)




























