Bahlil Lempar Wacana Koalisi Permanen di Tengah Krisis Bencana, Ini Respons PAN, PKB dan PDIP

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID – Usulan pembentukan koalisi permanen yang dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memicu reaksi beragam dari partai politik.

Di tengah ancaman krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor di Sumatra, wacana tersebut dinilai sebagian pihak sebagai langkah yang tidak tepat waktu.

banner 400x130

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menilai seluruh kekuatan politik dan elemen bangsa seharusnya memprioritaskan penyelamatan korban serta pemulihan wilayah terdampak bencana dibanding mendiskusikan penguatan koalisi kekuasaan.

Menurutnya, secara momentum, gagasan koalisi permanen kurang sensitif dengan situasi nasional karena ratusan korban masih dalam pencarian dan puluhan ribu warga hidup di pengungsian.

Ia menilai negara sedang berada dalam fase krisis kemanusiaan, sehingga pembahasan soal kesinambungan koalisi dianggap tidak relevan.

PKB juga menegaskan bahwa soliditas koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih terjaga.

Tidak ada partai pendukung pemerintah yang keluar dari garis kebijakan presiden.

Jika ada dinamika, PKB menilai itu sebatas persoalan komunikasi internal, bukan masalah komitmen politik.

Selain aspek politik, PKB turut mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi berdasarkan peringatan dari BMKG.

Karena itu, mereka meminta seluruh sumber daya nasional difokuskan pada masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah terdampak.

PAN Dukung: Dinilai Bisa Perkuat Sistem Presidensial

Berbeda dengan PKB, Partai Amanat Nasional menyambut positif wacana tersebut.

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menilai koalisi permanen bisa menjadi fondasi bagi penguatan sistem presidensial di Indonesia.

PAN berpandangan, jika koalisi permanen menjadi kesepakatan bersama antarpati, maka skema tersebut perlu dilegitimasi melalui revisi Undang-Undang Pemilu agar memiliki dasar hukum yang kuat.

Puan Maharani: Politik Belakangan

Sementara itu, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani memilih tidak masuk jauh dalam polemik tersebut.

Ia menganggap pembicaraan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini.

Puan menyampaikan bahwa fokus utama saat ini seharusnya tertuju pada penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Menurutnya, urusan politik dapat dibahas setelah situasi nasional kembali stabil.

Gagasan Bahlil di Hadapan Prabowo

Usulan koalisi permanen pertama kali disampaikan Bahlil Lahadalia saat perayaan HUT ke-61 Partai Golkar.

Gagasan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Bahlil mendorong konsep koalisi yang stabil dan berkelanjutan demi menjaga stabilitas politik, serta menghindari pola koalisi yang dinamis dan berubah-ubah. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *