Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen organisasinya dalam menjaga stabilitas daerah menjelang rencana aksi besar-besaran pada 21 April 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui sikap resmi LMP Kaltim yang dirilis di Balikpapan pada 14 April 2026, menyikapi dinamika situasi yang berkembang di wilayah Kalimantan Timur.

banner 400x130

Dalam pernyataannya, Abdulloh menegaskan bahwa LMP akan terus bersinergi dengan aparat keamanan dalam menjaga kondusifitas daerah.

“Laskar Merah Putih Provinsi Kalimantan Timur bersama-sama dengan TNI Polri, senantiasa bekerjasama untuk tetap menjaga kondusifitas Kalimantan Timur secara menyeluruh, serta berkomitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang hingga Merauke,” tegas Abdulloh.

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran pengurus dan kader LMP di berbagai tingkatan untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi di tengah situasi yang berkembang menjelang aksi.

“Menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus LMP di semua tingkatan, untuk tetap tenang dan selalu waspada dalam menyikapi perkembangan situasi dan kondisi Kalimantan Timur saat ini, agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu serta ajakan-ajakan yang mengarah kepada perbuatan anarkis,” lanjutnya.

Abdulloh menekankan bahwa potensi gangguan keamanan harus diantisipasi bersama, terutama jika aksi melibatkan massa dalam jumlah besar.

Menurutnya, tindakan anarkis tidak hanya merusak persatuan, tetapi juga dapat menghambat pembangunan daerah yang sedang berjalan.

“Ajakan-ajakan yang mengarah kepada perbuatan anarkis dapat merusak persatuan kesatuan bangsa serta menghambat kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain itu, LMP juga meminta seluruh kadernya untuk aktif menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

“Kepada seluruh kader Laskar Merah Putih di seluruh wilayah Kalimantan Timur diwajibkan untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, agar senantiasa aman dan nyaman bagi seluruh rakyat,” kata Abdulloh.

Seiring mendekatnya 21 April, sejumlah elemen masyarakat di Kalimantan Timur mulai melakukan konsolidasi untuk menggelar aksi.

Beberapa titik seperti Samarinda dan Balikpapan disebut-sebut menjadi pusat pergerakan massa.

Hingga saat ini, aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif serta pendekatan persuasif guna memastikan aksi berjalan damai dan tidak mengganggu stabilitas daerah.

Dengan sikap tersebut, LMP Kaltim menegaskan posisinya sebagai bagian dari kekuatan masyarakat yang berperan aktif dalam menjaga keamanan dan persatuan, khususnya di tengah momentum krusial menjelang aksi besar 21 April 2026. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *