MEDIASATYA.CO.ID, BONTANG – Sebanyak 40 rumah warga di Jalan Batu Putih, RT 19, Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara tergenang air setinggi pinggang orang dewasa, Minggu (6/4/2025)
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni yang langsung terjun ke kawasan banjir hanya bermodalkan sepatu boot berwarna kuning masuk kedalam genangan air tidak menggunakan perahu karet, melihat rumah warga yang terdampak bencana ini, dia menduga banjir ini lantaran wilayah tersebut tidak didukung dengan saluran drainase yang baik.
“Ini parah sekali. Sudah sepinggang saya ini,” ucap perempuan yang mengenakan baju kaos orange lengan panjang ini.
Oleh sebab itu dia langsung mengambil keputusan agar Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar membangun saluran air di daerah yang menjadi langganan banjir ini.
“Tahun ini kami upayakan pengerjaan,” tegasnya.
Tidak hanya kawasan tersebut perempuan pertama yang menjabat Walikota Bontang ini, juga meninjau beberapa daerah lainnya yang terendam banjir di antaranya, Jalan Pengeran Suryanata, Kelurahan Bontang Baru, yang juga ditenggarai penyebab banjir disebabkan oleh persoalan drainase dan rumah warga yang lebih rendah dari jalan.
Sedangkan banjir yang meluap di Kelurahan Gunung Telihan dan Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat diduga lantaran curah hujan yang tinggi sehingga sungai yang dangkal tidak dapat menampung volume air.
Sementara Lurah Gunung Elai Sulistyo mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan pembangunan drainase namun tak kunjung terealisasi.
Padahal wilayah tersebut menjadi langganan terendam air ketika cuaca hujan deras maupun air kiriman dari hulu.
“Ada 75 warga yang terdampak,” ungkapnya. (Redaksi/Pace)
















