MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Ambisi Kabupaten Berau untuk mempertahankan, apalagi meningkatkan prestasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 kini dihadapkan dengan masalah pendanaan.
Menurut Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Berau, tahun 2025 tercatat sebagai periode terberat bagi induk organisasi olahraga di Bumi Batiwakkal.
Anggaran pembinaan kini tersentralisasi sepenuhnya di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau.
“Selama 2025, kami tidak menerima anggaran hibah yang dikelola langsung. Dampaknya sangat terasa, staf KONI bahkan sempat tidak menerima gaji selama delapan bulan,” ungkap Taupan, Rabu (10/12/2025)..
Kekhawatiran terbesar bukan hanya pada operasional kantor, melainkan persiapan atlet menuju pesta olahraga terbesar se-Kaltim.
Berkaca pada Porprov sebelumnya, Berau sukses menembus posisi dua besar. Namun, mempertahankan prestasi itu butuh biaya.
Taupan membeberkan hitung-hitungan realistis. Untuk menghadapi Porprov 2026 dengan target prestasi, KONI Berau mengajukan estimasi kebutuhan sebesar Rp30 miliar.
Angka ini mencakup pembinaan intensif atlet hingga akomodasi kontingen.
Namun, realita lapangan berkata lain. Estimasi kucuran dana yang tersedia hanya berkisar Rp8 miliar, yang terdiri dari gabungan alokasi Dispora dan tambahan dari DPRD Berau.
“Seharusnya Rp30 miliar, tapi hanya dapat kisaran Rp8 miliar. Jelas ini akan sangat berpengaruh pada persiapan atlet. Padahal di daerah lain seperti Kutai Timur, KONI-nya diberi keleluasaan mengelola hibah puluhan miliar,” tegasnya.
Di tengah ketidakpastian dukungan finansial, puluhan Cabang Olahraga (Cabor) di Berau kini dituntut untuk tetap berprestasi dengan sumber daya seadanya.
Jika solusi pendanaan tak segera konkret, target juara di Porprov 2026 bisa jadi sekadar angan. (Redaksi)




























