Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di Kabupaten Berau menjadi bandara internasional.

Menurutnya, langkah tersebut akan membuka akses yang lebih luas bagi wisatawan mancanegara sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dikenal memiliki kekayaan wisata bahari kelas dunia.

banner 400x130

Dorongan itu menguat setelah Komisi III DPRD Kaltim melakukan pertemuan dengan Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII.

Dalam pertemuan tersebut, potensi besar sektor pariwisata Berau dinilai menjadi alasan kuat untuk meningkatkan peran Bandara Kalimarau sebagai pintu masuk penerbangan internasional.

Abdulloh menilai Berau memiliki modal yang sulit ditandingi daerah lain di Kalimantan Timur. Keberadaan empat destinasi wisata unggulan menjadikan kabupaten tersebut sebagai magnet bagi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Menurutnya, peningkatan status Bandara Kalimarau tidak hanya akan mempermudah akses menuju destinasi wisata, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Ia menilai kehadiran bandara internasional akan memperbesar perputaran ekonomi di Berau melalui peningkatan kunjungan wisatawan, tumbuhnya sektor jasa, hingga berkembangnya investasi di bidang pariwisata.

Abdulloh juga berpandangan bahwa pengembangan Bandara Kalimarau harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pariwisata.

Dengan konektivitas udara yang semakin terbuka, Berau dinilai berpeluang menjadi salah satu gerbang utama wisatawan mancanegara menuju Kalimantan Timur.

Pandangan tersebut sejalan dengan penjelasan Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin.

Ia menyebut Berau memiliki potensi wisata yang sangat besar, terutama di sektor wisata bahari, sehingga layak dipromosikan tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga ke pasar internasional.

Ferdinan mengungkapkan, dari sembilan destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kalimantan Timur, empat berada di Kabupaten Berau. Kondisi tersebut menunjukkan hampir separuh destinasi unggulan provinsi ini berada di satu wilayah.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk mendorong diversifikasi ekonomi, sehingga pertumbuhan daerah tidak lagi bertumpu pada sektor pertambangan.

Ia menilai sektor pariwisata mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka peluang investasi di berbagai bidang.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, Ferdinan menilai konektivitas udara harus diperkuat.

Saat ini Bandara Kalimarau telah melayani sejumlah maskapai, di antaranya Sriwijaya Air, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air, yang menghubungkan Berau dengan berbagai daerah.

Dengan dukungan jaringan penerbangan yang sudah ada, menurutnya Bandara Kalimarau memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi bandara internasional.

Ferdinan menilai peningkatan status bandara tidak hanya akan memberikan manfaat bagi Kabupaten Berau, tetapi juga membawa dampak positif bagi Kalimantan Timur secara keseluruhan.

Kemudahan akses bagi wisatawan asing diyakini akan meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata, mendorong investasi di sektor akomodasi, transportasi, ekonomi kreatif, hingga memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata unggulan nasional.

Bagi Abdulloh, momentum tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Dengan kekayaan wisata alam yang dimiliki Berau serta dukungan infrastruktur penerbangan yang memadai, Bandara Kalimarau dinilai layak menjadi pintu gerbang internasional baru yang akan menggerakkan roda perekonomian Kalimantan Timur. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *