MEDIASATYA.CO.ID – Presiden Volodymyr Zelensky tak bisa menjamin keselamatan Xi Jinping di Rusia.
Pada unggahan terbarunya, Zelensky menyiratkan ancaman kalau serangan berpotensial terjadi di Rusia pada upacara peringatan Perang Dunia II di Moskow pada 9 Mei 2025 mendatang.
Berbicara pada Sabtu (3/5/2025), Zelensky secara terbuka menyebut Ukraina tidak dapat menjamin keselamatan perwakilan negara lain.
“Ukraina tidak dapat menjamin keselamatan perwakilan negara lain pada upacara peringatan Perang Dunia II di Moskow pada 9 Mei, kata Presiden Volodymyr Zelensky, dikutip dari DPA, Senin (5/5/2025).
“Kami tidak dapat bertanggung jawab atas apa yang terjadi di wilayah Federasi Rusia,” katanya kepada kantor berita Interfax-Ukraina.
Pernyataan Zelensky itu menyiratkan potensi ancaman bagi sejumlah perwakilan negara-negara lain, termasuk China.
Presiden China, Xi Jinping, resmi mengonfirmasi kunjungan kenegaraan ke Rusia untuk menghadiri parade Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei 2025.
Namun soal itu, Zelensky memperingatkan kalau Rusia dapat melakukan serangan fitnah dengan membakar atau meledakkan bahan peledak dan menyalahkan Ukraina.
Terkait itu, Zelensky menekankan kalau Ukraina berperilaku “sangat hati-hati dan penuh hormat terhadap negara lain.”
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menepis pernyataan Zelensky dengan menyebutnya sebagai “ancaman klasik dari teroris bertaraf internasional,” dalam sebuah posting di Telegram.
Soal upacara ini, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan gencatan senjata sepihak pada tanggal 8 hingga 11 Mei bertepatan dengan Parade Kemenangan tahunan di Lapangan Merah Moskow untuk menandai berakhirnya Perang Dunia II, yang dirayakan di Rusia pada tanggal 9 Mei.
Moskow menolak usulan Kiev untuk memperpanjang gencatan senjata menjadi gencatan senjata komprehensif selama 30 hari.
Xi Jinping Hadir
Presiden China, Xi Jinping, resmi mengonfirmasi kunjungan kenegaraan ke Rusia untuk menghadiri parade Hari Kemenangan di Moskow pada 9 Mei 2025.
Hari Kemenangan adalah hari libur Rusia yang memperingati kemenangan Soviet atas Nazi Jerman pada tahun 1945 dan dirayakan setiap tanggal 9 Mei
Kunjungan tersebut akan dilakukan atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin dari tanggal 7 hingga 10 Mei 2025.
“Atas undangan Presiden Vladimir Putin dari Federasi Rusia, Presiden Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dari tanggal 7 hingga 10 Mei dan menghadiri perayaan yang menandai peringatan 80 tahun Kemenangan dalam Perang Patriotik Raya di Moskow,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Senin (5/5/2025).
Pada bulan Februari, media Rusia melaporkan Xi Jinping berencana mengunjungi Moskow pada tanggal 9 Mei untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II dan kemenangan Soviet atas Nazi Jerman.
Sebelumnya, Putin menyatakan ia mengharapkan Xi Jinping sebagai tamu utama pada perayaan Hari Kemenangan tanggal 9 Mei.
“Saya ingin menyampaikan salam hangat saya kepada pemimpin Republik Rakyat Tiongkok, sahabat baik saya, Tuan Xi Jinping. Kami berharap dapat menyambutnya di Rusia untuk memperingati 80 tahun kemenangan dalam Perang Patriotik Raya, Perang Dunia II,” kata Putin dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, pada Kamis (1/5/2025).
“Kita akan memperingati ulang tahun ini bersama-sama, untuk menghormati kemenangan atas Nazi Jerman dan kemenangan atas Jepang yang militeristik,” ujarnya.
“Saya berharap acara ini tidak hanya melibatkan partisipasi dalam perayaan, tetapi juga menjadi kunjungan terpisah oleh pemimpin China. Ia akan menjadi tamu utama kami,” katanya, seperti diberitakan RBC.
Putin berencana mengadakan diskusi dengan Xi Jinping mengenai hubungan bilateral China dan Rusia serta kerja sama di platform internasional seperti PBB, BRICS, dan Organisasi Kerja Sama Shanghai.
Putin berjanji akan menyelenggarakan acara yang bagus dan meriah terutama untuk menyambut tamunya.Para pemimpin sekitar 20 negara diperkirakan akan datang ke Moskow untuk memperingati 80 tahun Kemenangan. (Redaksi)




























