Dishub Berau Kaji Drone Sebagai Solusi untuk Pemeliharaan Ribuan PJU

banner 400x130

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marewangeng

“Seringnya di lapangan itu biaya operasional lebih besar dibanding pemeliharaannya”

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Ribuan Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya yang tersebar di berbagai kecamatan dan kampung di Kabupaten Berau kini menghadapi persoalan serius dalam hal pemeliharaan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau, Andi Marewangeng, memaparkan setidaknya ada 3.000 unit PJU tenaga surya yang membutuhkan perawatan berkala.

Namun, anggaran pemeliharaan yang tersedia hanya berkisar Rp200 juta hingga Rp400 juta per tahun, jumlah nilai yang dari kebutuhan..
“Seringnya di lapangan itu biaya operasional lebih besar dibanding pemeliharaannya,” jelasnya, Jumat (7/11/2025).

Andi mencontohkan, satu tim pemeliharaan yang terdiri dari empat orang membutuhkan biaya cukup besar untuk bahan bakar kendaraan, penginapan, hingga konsumsi ketika bekerja di daerah pesisir.

Dengan metode konvensional menggunakan skylift (mobil tangga), satu tim hanya mampu membersihkan lima unit PJU per hari.

“Kondisi ini jelas membuat pemeliharaan tidak efektif,” tambahnya.

Menurutnya, penyebab utama banyaknya PJU yang tidak berfungsi adalah debu yang menumpuk di panel surya. Ketika debu bercampur air hujan, permukaan panel menjadi tertutup dan menghalangi penyerapan sinar matahari, sehingga sistem kelistrikan tidak bekerja optimal.

Sebagai solusi, Dishub kini tengah mengkaji penggunaan drone dalam dalam membantu perawatan PJU.

“Jadi drone membawa cairan pembersih dan menyemprot panel surya secara otomatis mulai dari air, pembersih lumut, lalu bilas kembali sebelum pindah ke unit berikutnya,” bebernya.

Andi menilai, penggunaan drone ini akan menghemat biaya operasional dan tenaga kerja secara signifikan. Selain efisiensi waktu, kapasitas kerja juga meningkat drastis.

Pihaknya berencana mengusulkan pengadaan drone pembersih dalam anggaran tahun 2026, dengan estimasi harga sekitar Rp24 juta per unit, yang akan dilakukan secara bertahap.

“Harapannya, rencana ini bisa direalisasikan pada tahun 2026 nanti. Kalau perawatannya bagus, umur PJU bisa maksimal dan fungsinya lebih efisien untuk masyarakat,” pungkasnya. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *