Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir
“Sebuah karya disebut bagian dari ekonomi kreatif kalau bisa memberi manfaat ekonomi bagi penciptanya”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
Langkah ini dilakukan dengan fokus pada subsektor yang memiliki potensi pertumbuhan paling cepat dan bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menjelaskan bahwa ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan ide, tetapi harus mampu menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi pelakunya.
“Sebuah karya disebut bagian dari ekonomi kreatif kalau bisa memberi manfaat ekonomi bagi penciptanya,” ujarnya, Jumat (6/11/2025).
Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Talanpekda) 2024–2028, terdapat 17 subsektor ekonomi kreatif di Berau. Namun, Disbudpar akan memprioritaskan enam subsektor utama yang dinilai paling siap dikembangkan.
“Untuk tahap awal, kita fokus memperkuat enam subsektor dulu. Kalau ini tumbuh, subsektor lain akan ikut bergerak,” tambahnya.
Ilyas menegaskan, pembangunan ekosistem ekonomi kreatif dimulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi pelaku industri kreatif.
“Kita siapkan SDM-nya agar mereka terampil dan mampu menciptakan produk bernilai jual. Setelah itu baru difasilitasi dengan sarana dan subsektor unggulan,” tegasnya.
Jika pelatihan belum tersedia di Berau, Disbudpar berencana menghadirkan instruktur dari luar daerah.
Pengembangan SDM ini akan berjalan beriringan dengan penyediaan fasilitas pendukung seperti peralatan, bahan baku dan ruang kreasi.
Sebagai bentuk nyata komitmen, Pemkab Berau juga telah menghadirkan amphitheater sebagai ruang publik untuk menampilkan karya dan aktivitas kreatif masyarakat.
“Kalau semua berjalan bersama, kami optimistis Berau bisa berkembang menjadi kota kreatif,” pungkas Ilyas. (Redaksi)




























