Berau Tuan Rumah Invitasi Futsal Unified SOIna se-Kalimantan, Bukan Tanpa Tujuan

banner 400x130

Wakil Panitia sekaligus Ketua SOIna Berau, Jakariya

“Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang bagi anak-anak bertalenta khusus untuk berkembang.”

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Kabupaten Berau resmi menjadi tuan rumah pelaksanaan Invitasi Futsal Unified Special Olympics Indonesia (SOIna) tingkat Kalimantan, yang digelar selama tiga hari sejak 13 hingga 15 Juni 2025.

Ajang ini menjadi wadah kompetisi sekaligus ruang inklusif bagi atlet penyandang disabilitas intelektual dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan.
Wakil Panitia sekaligus Ketua SOIna Berau, Jakariya, mengungkapkan bahwa persiapan penyelenggaraan telah dilakukan secara maksimal selama dua bulan terakhir.

“Panitia sudah bekerja dua bulan untuk mempersiapkan akomodasi, fasilitas pertandingan, dan logistik. Dari Berau kita menurunkan dua tim perwakilan putra dan satu tim perwakilan putri,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).

Ia menekankan bahwa ajang ini bukan hanya soal persaingan di lapangan, tetapi momentum untuk memberikan panggung bagi para penyandang disabilitas intelektual agar bisa tumbuh, percaya diri, dan tampil setara.

“Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga ruang bagi anak-anak bertalenta khusus untuk berkembang,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat SOIna, Warsito Ellwein, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas kesiapan panitia lokal dan semangat inklusi yang ditunjukkan masyarakat Berau.

“Saya lihat langsung, persiapan di Berau sangat matang. Venue dan fasilitasnya luar biasa,” ucap Warsito.

Ia juga menjelaskan bahwa ajang ini merupakan transformasi dari Borneo Cup, yang sebelumnya berskala internasional dengan partisipasi dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

“Karena keterbatasan partisipasi lintas negara, tahun ini kita fokus di Kalimantan. Tapi rencana memperluas kembali sudah disiapkan untuk tahun depan,” jelasnya.

Warsito berharap gelaran ini menjadi tradisi berkelanjutan yang tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga awal dari sistem pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan.

“Agenda seperti ini harus dijadikan tradisi. Bukan untuk tujuan akhir, tapi awal dari pembinaan berjenjang bagi atlet-atlet bertalenta khusus. Mereka butuh ruang untuk tumbuh, tampil, dan dihargai,” pungkasnya. (Redaksi/Git)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *