Bantuan China Masuk Aceh, Menhan Sjafrie: Itu Bantuan Personal

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah kembali menegaskan sikap menutup pintu bantuan asing dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan seluruh penanganan dilakukan secara mandiri tanpa ketergantungan pada negara lain.

banner 400x130

Isu mencuat setelah kehadiran tim khusus dari China di Aceh untuk membantu evakuasi jasad korban yang tertimbun lumpur.

Menhan menilai kehadiran tim tersebut bukanlah bantuan negara asing, melainkan bentuk bantuan personal kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Menurut Sjafrie, tim dari China hadir atas hubungan pribadi dan bukan bagian dari kerja sama resmi antarnegara.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih berada dalam kendali pemerintah, serta seluruh proses penanganan bencana masih mampu dilakukan tanpa intervensi asing.

Penegasan serupa sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyatakan pemerintah optimistis bisa menangani bencana dengan kekuatan sendiri.

Pemerintah juga dinilai masih menutup pintu bantuan asing hingga benar-benar dianggap perlu.

Tim China & Malaysia Tetap Masuk Aceh

Di sisi lain, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima bantuan dari Malaysia dan China.

Tim China diketahui tiba di Aceh dan bertugas membantu pendeteksian jasad korban yang masih tertimbun lumpur menggunakan peralatan khusus.

Tim tersebut dikerahkan ke wilayah-wilayah sulit dijangkau seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, yang masih tertutup lumpur mencapai ketinggian pinggang.

Sementara itu, bantuan dari Malaysia berupa tenaga dokter dan obat-obatan.

Namun, distribusi bantuan tersebut dinilai belum merata dan masih kekurangan, sehingga direncanakan pengiriman tambahan obat-obatan hingga tiga ton beserta tenaga medis lanjutan.

Korban Tembus 961 Jiwa

Sementara itu, BNPB merilis pembaruan data korban banjir dan longsor di Sumatra.

Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, melaporkan tim gabungan menemukan tambahan 40 jenazah.

Rinciannya meliputi 23 korban di Aceh, sembilan di Sumatra Utara, dan delapan di Sumatra Barat.

Dengan penemuan terbaru, total korban meninggal dunia kini mencapai 961 jiwa.

Sementara jumlah korban hilang menurun menjadi 293 orang berdasarkan rekap data Pusdalops BNPB. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *