Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Berau, Ilyas Natsir
“Yang kita ingin ketika rombongan Sail to Indonesia berlabuh, aneka kuliner maupun suvenir khas bisa didapatkan dengan mudah.”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Lokasi resmi singgahnya peserta Sail to Indonesia 2025 di Kabupaten Berau hingga kini belum ditetapkan.
Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan riset lokasi sekaligus menjalin koordinasi lintas sektor untuk menentukan titik sandar yang paling tepat.
“Saat ini kita sedang riset untuk pertimbangan lokasinya, titik di mana singgahnya,” kata Ilyas kepada awak media, Rabu (5/6/2025).
Menurutnya, momentum kunjungan pelayar dari berbagai negara ini harus dimaksimalkan oleh pelaku usaha lokal. Tak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga sebagai peluang ekonomi.
“Yang kita ingin ketika rombongan Sail to Indonesia berlabuh, aneka kuliner maupun suvenir khas bisa didapatkan dengan mudah,” tambahnya.
Beberapa lokasi yang tengah dipertimbangkan di antaranya Pulau Maratua, Kepulauan Derawan, dan Biduk-Biduk. Ketiganya dinilai memiliki keunggulan masing-masing, baik dari segi keindahan alam, potensi wisata bahari, maupun aksesibilitas.
“Kami berharap semua potensi lokal bisa tersaji dengan baik. Dari kudapan hingga buah tangan. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi momentum membangun konektivitas budaya dan ekonomi,” tegas Ilyas.
Koordinasi intensif, lanjutnya, dilakukan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Berau guna menyiapkan segala kebutuhan teknis, termasuk infrastruktur pelabuhan dan kesiapan sumber daya manusia.
“Kami terus koordinasikan dengan tim kabupaten dan tim provinsi,” ucapnya.
Ia juga menaruh harapan besar bahwa keikutsertaan Berau dalam event bertaraf internasional ini akan berdampak positif bagi citra daerah.
“Kami harap dengan ini Berau lebih dikenal dan bisa diperhitungkan di mata internasional,” ungkapnya.
Sebagai informasi, Sail to Indonesia 2025 akan kembali digelar mulai bulan Juli hingga Oktober. Ajang reli layar internasional ini sudah berlangsung lebih dari dua dekade, dan melibatkan peserta dari lebih 20 negara.
Berau sendiri menjadi satu-satunya titik singgah yang terpilih di wilayah Kalimantan Timur, dan dijadwalkan akan disinggahi pada bulan September mendatang. (Redaksi/Git)
















