MEDIASATYA.CO.ID – Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) memasuki fase krusial.
Ketua Pansus RPJMD, Syarifatul Sya’diah dalam rapat bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim menegaskan bahwa koordinasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilan.
“Jangan sampai terjadi duplikasi anggaran, terutama untuk program-program seperti Gratispol dan Jospol. Banyak daerah sudah punya skema serupa, jadi perlu diselaraskan,” kata Syarifatul, Kamis (19/6/2025).
Dari pemaparan Bappeda memuat berbagai isu strategis seperti ketimpangan pembangunan, peningkatan kualitas SDM, prediksi pertumbuhan ekonomi hingga perhitungan potensi pendapatan daerah.
“Kita sepakat, pendidikan gratis dari SMA hingga S3, Wi-Fi gratis, dan bantuan untuk kelompok rentan seperti marbot masjid, adalah program mulia. Tapi perencanaan anggarannya harus benar-benar matang agar tidak mengganggu pos pembangunan lainnya,” bebernya.
Selaij itu, DPRD Kaltim berharap RPJMD kali ini mampu membawa perubahan signifikan demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan seluruh masyarakat Kaltim.
Lebih lanjut, kata dia, pemrov Kaltim harus membuka ruang diskusi yang intensif dengan kabupaten/kota untuk menghindari tumpang tindih kebijakan.
“Semua perencanaan harus berbasis data dan capaian. Jangan sampai dokumen ini hanya jadi formalitas tanpa implikasi nyata di lapangan,” tegas legislator dari Fraksi PPP itu. (Redaksi)




























