Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P Mangunsong
“Pengelolaan yang maksimal sangat penting agar retribusi dapat diterima dan sektor pariwisata berkembang.”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – DPRD Berau meminta agar pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dan pemungutan retribusi di kawasan wisata Kabupaten Berau.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong, menyoroti kenyataan bahwa saat ini hanya ada empat destinasi wisata yang memberikan kontribusi retribusi, meskipun potensi wisata di Berau cukup besar.
“Beberapa kawasan seperti air terjun dan pemandian air panas memang sudah dikenakan retribusi, tapi perlu kita evaluasi kembali,” tegasnya.
“Kenapa hanya empat yang bisa menyumbang retribusi? Ini menandakan belum semua kawasan dikelola secara maksimal,” sambungnya.
Rudi juga mengingatkan bahwa pengelolaan kawasan wisata yang baik menjadi prasyarat untuk menarik retribusi.
“Kalau pengelolaan sudah maksimal, kita tidak perlu malu menarik retribusi. Tapi kalau tempatnya tidak tertata dengan baik, jangan buru-buru bicara soal pungutan. Benahi dulu pelayanannya,” bebernya.
Lebih lanjut, Rudi mengungkapkan bahwa Kabupaten Berau telah diberikan alam yang indah, sayang jika tidak dimaksimalkan untuk menambah pendapatan daerah.
“Tuhan sudah kasih alam yang indah yang memiliki potensi luar biasa. Tanpa anggaran yang memadai, keseriusan dalam pengelolaan, dan SDM yang terampil sulit bagi pariwisata kita untuk berkembang. Promosi penting, tapi pembentukan satgas wisata juga harus diperkuat,” tegasnya.
Ia berharap agar pengelolaan dan kebijakan yang mendukung sektor pariwisata di Berau semakin kuat, diiringi dengan anggaran yang memadai untuk memastikan bahwa destinasi wisata dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Tetapi diiringi dengan kebijakan dan anggaran yang nyata agar destinasi wisata di Berau benar-benar mampu memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” pungkasnya. (GIT/ADV)




























