MEDIASATYA.CO.ID – Emas tetap menjadi aset yang strategis secara ekonomi di dunia, dengan pemerintah pusat dan para investor yang memengaruhi pasokan, permintaan, serta harganya.
Dilansir dari CMI Gold & Silver, Amerika Serikat memegang sebagian besar cadangan emas dunia, sekitar 8.133,5 ton pada tahun 2025, jauh lebih besar dibandingkan negara BRICS.
Emas telah lama dianggap bernilai bagi kekayaan nasional dan sistem moneter. Pada masa standar emas, uang kertas dapat ditukarkan dengan emas, sehingga pemerintah membutuhkan emas untuk mendukung mata uangnya.
Dilansir dari Watcher.Guru, cadangan emas negara-negara BRICS saat ini total lebih dari 6.000 ton, yang sebenarnya mencakup sekitar 20-21% dari total cadangan bank sentral dunia.
Rusia memiliki 2.335,85 metrik ton, China 2.298,53 metrik ton, dan India 879,98 metrik ton, sedangkan Brasil memiliki 129,65 metrik ton dan Afrika Selatan 125,47 metrik ton.
Cadangan emas BRICS ini digunakan untuk mendukung upaya dedolarisasi dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional.
Gabungan cadangan emas negara-negara BRICS termasuk yang terbesar di dunia di antara blok ekonomi manapun saat ini. Rusia dan China saja menguasai sekitar 74% dari total cadangan emas BRICS, dengan Rusia menempati peringkat kelima secara global dan China di peringkat keenam. (Redaksi)
















