Bidik Jutaan Penumpang di Jawa, Wisata Berau Bakal di-Branding di Gerbong Kereta Api Indonesia

banner 400x130

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir

“Wacananya sudah lama. Kami berharap realisasinya bisa berjalan di tahun 2026 atau 2027, menyesuaikan dengan kesiapan alokasi anggaran yang ada”

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau tengah menyiapkan langkah besar untuk memperluas jangkauan promosi wisata Bumi Batiwakkal.

Tidak tanggung-tanggung, Disbudpar membidik jutaan pasang mata penumpang kereta api di Pulau Jawa sebagai target pasar utama.

Strategi “jemput bola” ini akan diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Rencana ini menjadi terobosan baru untuk memastikan keindahan destinasi unggulan Berau semakin dikenal luas di wilayah metropolitan.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa program ini merupakan wacana jangka panjang yang kini tengah dimatangkan proses penganggarannya.

“Wacananya sudah lama. Kami berharap realisasinya bisa berjalan di tahun 2026 atau 2027, menyesuaikan dengan kesiapan alokasi anggaran yang ada,” ungkap Ilyas.

Pemilihan moda transportasi kereta api bukan tanpa alasan. Setiap harinya, ribuan hingga jutaaan orang bermobilitas menggunakan kereta, terutama di rute-rute padat yang menghubungkan kota-kota besar di Jawa.

“Jangkauan kereta api itu sangat luas. Bayangkan ribuan penumpang melihat keindahan alam kita setiap hari. Jika ini terealisasi, efeknya terhadap angka kunjungan pasti luar biasa,” tambah Ilyas optimistis.

Di penghujung masa baktinya, Ilyas menaruh harapan besar agar pesona wisata bahari seperti Kepulauan Derawan dan Maratua tetap menjadi primadona.

Melalui promosi yang lebih modern dan menyasar pusat keramaian di luar Kalimantan, ia ingin memastikan Berau tetap kompetitif di peta pariwisata nasional maupun internasional.

Langkah inovatif ini diharapkan menjadi warisan strategi yang berkelanjutan, memastikan Berau tidak hanya bergantung pada cara-cara konvensional dalam menggaet pelancong. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *