Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris
“Kalau tidak ada tindakan tegas, laut kita bisa rusak total. Dan tidak ada lagi yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya.”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Dugaan aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom di perairan Kecamatan Bidukbiduk kembali mencuat setelah sebuah video viral di media sosial. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Abdul Waris, mendesak penanganan yang lebih serius dari aparat dan pemerintah daerah.
Menurut Waris, praktik bom ikan bukanlah hal baru di wilayah pesisir Berau, dan sayangnya masih terus terjadi karena berbagai keterbatasan, khususnya sarana dan dana operasional aparat keamanan.
“Polsek Bidukbiduk dan TNI AL seharusnya didukung speedboat dan biaya operasional yang memadai. Sehingga, ketika ada laporan, mereka bisa langsung bertindak,” ujar Waris.
Ia menyarankan agar Pemkab Berau memberikan hibah berupa perahu cepat dan dukungan anggaran langsung kepada aparat di kawasan pesisir. Menurutnya, salah satu penyebab lambatnya penindakan terhadap pelaku adalah minimnya armada patroli yang layak.
“Kalaupun ada speedboat, tapi kalau tidak bisa jalan karena tidak ada dana operasional, ya percuma juga,” tambahnya.
Waris juga menekankan bahwa pemberantasan praktik ilegal ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada aparat. Masyarakat juga harus berperan aktif, salah satunya dengan menolak membeli ikan hasil tangkapan bom.
“Selama masih ada yang beli, pelaku akan terus mencari. Tapi kalau tidak ada konsumen, kegiatan itu akan berhenti dengan sendirinya,” jelasnya.
Ia pun mendorong Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Timur untuk lebih giat melakukan penyuluhan ke masyarakat nelayan. Edukasi soal bahaya bom ikan, menurutnya, krusial untuk menjaga ekosistem dan mata pencaharian nelayan secara berkelanjutan.
“Kalau tidak ada tindakan tegas, laut kita bisa rusak total. Dan tidak ada lagi yang bisa diwariskan ke generasi berikutnya,” pungkasnya. (GIT/ADV)
















