Rencana Merger STIPER dan UMB Masih Ditolak, DPRD Berikan Waktu 6 Bulan untuk Kajian Lanjutan

banner 400x130

Wakil Ketua Komisi I DPRD Berau, Subroto

“Tadi beberapa perwakilan mahasiswa dan alumni yang sudah menyampaikan keresahan mereka dan mendengarkan hal-hal yang selama ini menurut mereka tidak ada keterbukaan.”

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Polemik penggabungan antara Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Berau dan Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) masih berlanjut. Sejumlah mahasiswa, alumni, dan akademisi STIPER menolak rencana tersebut karena merasa tidak dilibatkan dalam proses dan minimnya transparansi.

Menanggapi hal itu, DPRD Kabupaten Berau menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin (16/6/2025) di ruang rapat gabungan komisi. Pertemuan ini mempertemukan pihak STIPER, UMB, perwakilan mahasiswa, dan Forum Aliansi Alumni STIPER.

“Tadi beberapa perwakilan mahasiswa dan alumni yang sudah menyampaikan keresahan mereka dan mendengarkan hal-hal yang selama ini menurut mereka tidak ada keterbukaan,” kata Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto.

Di akhir rapat, DPRD Berau memberikan beberapa catatan diantaranya dalam waktu enam bulan untuk kajian lebih lanjut, sembari menekankan bahwa tidak ada keputusan tergesa-gesa yang boleh diambil dalam proses ini.

Subroto mengingatkan bahwa STIPER memiliki nilai strategis sebagai satu-satunya perguruan tinggi berbasis pertanian di Bumi Batiwakkal, dan potensial untuk ditingkatkan statusnya menjadi kampus negeri.

“Legislatif siap mendampingi jika ditemui kendala, kita usahakan jangan
sampai kita kehilangan satu-satunya kampus pertanian,” tegasnya.

Di sisi lain, Dosen UMB, Suryadi, menyatakan keterbukaan terhadap masukan dari semua pihak.

“Opsi terbaik pasti akan kami dukung. Pastinya dengan mempertimbangkan langkah teknis dan strategis,” tutupnya. (GIT/ADV)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *