Berita Terbaru

Purbaya Semprot Pejabat Bea Cukai, Mau Kirim Balpres ke Wilayah Bencana!?

MEDIASATYA.CO.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menegur keras jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah muncul pernyataan soal kemungkinan penyaluran pakaian impor ilegal atau balpres hasil sitaan kepada korban bencana di Sumatra.

Kali ini, sorotan Purbaya tertuju pada Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, yang sebelumnya menyampaikan wacana tersebut kepada wartawan.

Purbaya menegaskan tidak pernah ada kebijakan ataupun rencana resmi pemerintah untuk mengirimkan balpres hasil sitaan ke wilayah bencana.

Purbaya menyampaikan bahwa pakaian impor bekas merupakan barang ilegal sehingga secara formal tidak bisa disalurkan

Ia mengungkapkan bahwa hasil diskusinya dengan Presiden juga belum mengarah pada kebijakan tersebut.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada perubahan keputusan terkait penanganan balpres hasil penindakan.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat ditemui wartawan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12/2025), sebagaimana disiarkan Nusantara TV.

Awalnya, Purbaya mengaku heran ketika mendapat pertanyaan wartawan mengenai rencana pengiriman balpres ke Sumatra.

Ia bahkan mempertanyakan siapa pejabat Bea Cukai yang menyampaikan informasi tersebut ke publik.

Setelah ditelusuri, pernyataan itu diketahui berasal dari Nirwala Dwi Heryanto.

Purbaya kemudian menanyakan keberadaan Nirwala kepada jajaran Bea Cukai di sekitarnya.

Karena yang bersangkutan tak kunjung muncul, Purbaya terlihat kesal dan menegaskan bahwa Nirwala tidak memiliki kewenangan mengambil atau menyampaikan kebijakan sekelas menteri.

Purbaya menekankan seluruh jajaran harus patuh pada aturan agar tidak membuka celah baru masuknya balpres dengan dalih bantuan kemanusiaan.

Ia mengingatkan bahwa alasan bencana kerap disalahgunakan untuk melegalkan praktik impor ilegal.

Lebih lanjut, Purbaya menilai bantuan untuk korban bencana seharusnya berasal dari produk baru dan produksi dalam negeri.

Ia menyebut, jika pemerintah atau pejabat ingin membantu, sebaiknya membeli produk UMKM atau pakaian baru buatan lokal ketimbang menyalurkan pakaian impor bekas.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto memang sempat membuka peluang penyaluran pakaian impor ilegal hasil sitaan kepada korban bencana.

Ia menjelaskan bahwa secara ketentuan, barang hasil penindakan berstatus sebagai barang milik negara.

Nirwala memaparkan bahwa terdapat tiga opsi penanganan balpres hasil penindakan, yakni pemusnahan, hibah untuk tujuan tertentu, atau pelelangan.

Namun ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

1 hari ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 hari ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

4 hari ago

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

3 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

4 minggu ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

4 minggu ago