Pastikan Wabah HMPV Belum Masuk Berau, Dinkes Tetap Minta Warga Waspada

banner 400x130

“Memang untuk di Berau belum ada kasus seperti ini, tapi kami selalu mewanti-wanti masyarakat”Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Berau, Garna Sudarsono

MEDIASATYA.COM, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan belum ada temuan kasus akibat paparan Human Metapneumovirus atau HMPV di wilayahnya.

banner 400x130

Meski demikian, warga diimbau tetap waspada di tengah mewabahnya infeksi HMPV di Tiongkok.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Berau, Garna Sudarsono memastikan hal tersebut dalam sebuah wawancara.

“Memang untuk di Berau belum ada kasus seperti ini, tapi kami selalu mewanti-wanti masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, gejala yang dirasakan ketika terpapar yaitu mirip influenza pada umumnya, seperti batuk, demam dan sakit tenggorokan.

 “Jadi memang gejalanya seperti demam biasanya,” imbuhnya.

Menurutnya kelompok yang rentan terinfeksi adalah mereka yang berdaya tahan tubuh lemah.

Seperti, anak di bawah lima tahun hingga lansia di atas 65 tahun.

Tetkait hal tersebut, Garna mengimbau warga Berau tidak panik namun tetap waspada.

“Meski tidak semua kasus HMPV bergejala berat, kami tetap meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan dengan cara yang sederhana seperti rajin mencuci tangan, menggunakan masker, serta menghindari kerumunan jika merasa tidak sehat,” kata dia.

Menurutnya wabah HMPV tidaklah seberbahaya seperti virus covid-19.

 “Tidak mematikan untuk wabah HMPV, tetapi kita tetap waspada,” tutupn Garna.

Apa itu Human Metapneumovirus (HMPV)?

Human metapneumovirus (HMPV) adalah virus yang menyebabkan penularan penyakit di bagian saluran pernapasan. Penularan virus HMPV biasanya menimbulkan berbagai gejala, seperti batuk, pilek, hidung tersumbat, serta demam. Virus HMPV dapat menyerang siapa saja, tetapi  virus HMPV lebih sering terjadi pada bayi, anak di bawah usia 5 tahun, lansia yang memiliki penyakit kronis, serta orang yang memiliki sistem imun yang lemah.

HMPV ditemukan pada tahun 2001 namun dipercaya sudah bersirkulasi lama, karena secara hubungan kekerabatan dekat dengan Avian Meta Pneumo Virus (AMPV) yang sudah lama ditemukan. Infeksi HMPV di negara sub tropis biasanya meningkat pada musim dingin, seperti yang terjadi di China pada bulan Desember lalu dengan kasus yang meningkat. Namun, kebanyakan infeksi HMPV bersifat ringan dan dapat sembuh tanpa pengobatan khusus, meskipun pada beberapa kasus, terutama pada orang dengan risiko tinggi, infeksi dapat lebih serius dan memerlukan perawatan medis.

Gejala dan Risiko Infeksi HMPV

Orang yang terpapar HMPV biasanya memiliki gejala yang mirip dengan orang yang terkena flu, seperti:

  1. Batuk kering atau berdahak,
  2. Pilek atau hidung tersumbat,
  3. Demam ringan hingga tinggi,
  4. Sakit tenggorokan,
  5. Sesak napas,
  6. Mudah lelah,
  7. Kehilangan nafsu makan.

Pada kasus yang lebih serius, infeksi virus HMPV dapat menyebabkan pneumonia atau bronkiolitis. 

Cara Penularan dan Pencegahan HMPV

HMPV menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, seperti droplet dari batuk atau bersin, serta kontak dengan permukaan benda yang terkontaminasi, seperti gagang pintu atau mainan. Terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini, diantaranya adalah:

  • Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir.
  • Menghindari menyentuh daerah wajah, terutama mata, hidung, dan mulut.
  • Menggunakan masker saat berada di tempat umum atau di sekitar orang sakit.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin.
  • Memastikan rumah memiliki ventilasi udara yang baik.
  • Menerapkan pola hidup sehat, termasuk makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup.
Durasi Infeksi HMPV

Masa inkubasi virus HMPV berkisar antara 3–6 hari setelah paparan, sementara gejala HMPV biasanya berlangsung selama 2–5 hari, tetapi pada beberapa orang gejala tersebut dapat bertahan lebih lama. Jika gejala berlangsung lebih dari 10 hari atau muncul tanda-tanda seperti kesulitan bernapas, atau nyeri dada, segera konsultasikan dengan dokter.

Pengobatan HMPV

Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus atau vaksin spesifik untuk HMPV. Namun, gejala  HMPV dapat dikelola dengan beberapa langkah berikut:

  • Menggunakan pelembab udara (humidifier) untuk membantu pernapasan,
  • Minum air hangat atau teh untuk mengurangi iritasi tenggorokan,
  • Istirahat yang cukup untuk memulihkan daya tahan tubuh.
  • Meminum obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk membantu meredakan demam dan juga nyeri
  • Menggunakan pengobatan simptomatik untuk mengurangi keluhan yang dialami, seperti menggunakan obat-obatan untuk meredakan hidung tersumbat atau batuk
  • Memantau gejala yang dialami secara intensif dan segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala memburuk. (Redaksi/Git)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *