Advetorial

Komisi l DPRD Berau Soroti Angka Perceraian yang Tinggi

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Angka kasus perceraian di Kabupaten Berau masih terbilang tinggi, khususnya dikalangan pernikahan dini mendapat sorotan dari Ketua Komisi l DPRD Berau, Elita Herlina

Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) mengatakan pentingnya peran orang tua, pendidikan dan lingkungan guna memberikan edukasi mengenai pernikahan usia muda.

“Zaman sekarang berbeda dengan dulu. Anak-anak seharusnya berlomba-lomba mengejar prestasi, bukan terburu-buru menikah. Apalagi kita tengah mempersiapkan generasi emas 2045, di mana pendidikan menjadi faktor utama,” ungkapnya Jumat (10/4/2025).

Ia pun mengatakan, sosialisasi di sekolah-sekolah penting oleh Dinas Pendidikan saat ini gencar laksanakan, supaya meningkatkan pemahaman remaja tentang batasan usia pernikahan yang telah diatur dalam undang-undang.

“Kalau tidak salah, usia minimal menikah itu 19 atau 20 tahun. Saya harap anak-anak muda bisa lebih menjaga pergaulannya, perbanyak belajar agama, dan melakukan hal-hal positif untuk menghindari pergaulan yang tidak baik,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu penyebab perceraian di Berau adalah karena kurangnya perencanaan dan persiapan calon pengantin sebelum menikah.

“Saya melihat kasus perceraian dan KDRT ini banyak terjadi karena calon pengantin mentalnya belum siap. Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang untuk menikah,” ucapnya.

Ia menilai banyak pasangan terutama yang menikah di usia dini, rentan terkena masalah dalam rumah tangga akibat kesalahan komunikasi dan emosional yang masih labil.

“Oleh karena itu, saya imbau dinas pendidikan dan dinas pemberdayaan perempuan dan anak harus sosialisasi pranikah sangat penting untuk di lakukan,” tegasnya.

“Program ini tidak hanya membekali calon pengantin dengan kesiapan mental, tetapi juga menyediakan pendampingan dalam merencanakan kehidupan berumah tangga,” sambungnya.

Sementara itu, menurutnya edukasi tentang penting penggunaan program KB juga di perlukan supaya kesiapan dalam pernikahan pasangan muda dapat lebih matang dalam membangun rumah tangga yang sejahtera dan harmonis.

“Minimal ada program pembinaan selama satu hingga dua bulan sebelum pernikahan, agar mereka lebih siap dalam menghadapi kehidupan berumah tangga,” bebernya.

Terakhir, Elita berharap, dengan kolaborasi intens antara pemerintah dan masyarakat, dapat mengurangi beban sosial yang ditimbulkan dari kasus perceraian.

“Harapannya kolaborasi ini bisa mengurangi angka perceraian di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (ADV/JS)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

5 hari ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

2 minggu ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

2 minggu ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

3 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago