Berita Terbaru

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID – Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat ibadah, Jumat, 3 April 2026 pukul 08.00 WITA.

Ia berubah menjadi panggung sunyi yang menghidupkan kembali kisah paling agung dalam iman Kristiani, yakni perjalanan sengsara Yesus Kristus.

Di tangan kaum muda, kisah itu tak lagi hanya dibacakan, tetapi diperankan, dirasakan, dan dihidupkan.

Komunitas Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Eudema menghadirkan Jalan Salib Hidup, sebuah pertunjukan tablo yang menggambarkan 14 perhentian jalan sengsara Yesus, mulai dari hukuman hingga kebangkitan-Nya.

Sekitar 50 pemuda dan pemudi terlibat dalam pementasan ini.

Mereka bukan aktor profesional, tetapi umat muda yang memilih untuk terlibat, menghidupkan setiap adegan dengan penghayatan yang lahir dari iman.

Pendamping OMK Eudema, Nelos Koban, melihat kegiatan ini sebagai lebih dari sekadar pertunjukan.

Menurutnya, Jalan Salib Hidup adalah ruang bagi orang muda untuk mengekspresikan iman secara nyata, sekaligus mengajak umat masuk lebih dalam ke dalam permenungan.

Ia menuturkan bahwa seluruh proses, mulai dari konsep hingga penyutradaraan, digerakkan oleh kaum muda sendiri.

Dari situ, terlihat bagaimana iman dan kreativitas berjalan beriringan.

“Ini bukan hanya soal tampil di depan, tetapi bagaimana mereka memahami dan merasakan setiap peristiwa dalam kisah sengsara Yesus,” ungkap Nelos.

Di setiap perhentian, penonton diajak menyaksikan bukan hanya adegan, tetapi juga emosi yang jatuh bangun, penderitaan, hingga pengorbanan yang menjadi inti dari perayaan Prapaskah.

Lebih jauh, Nelos berharap pertunjukan ini bisa menjadi pengalaman rohani yang membekas.

Bukan sekadar ditonton, tetapi direnungkan. Bukan sekadar dilihat, tetapi dirasakan.

Melalui Jalan Salib Hidup ini, OMK Eudema ingin menunjukkan bahwa iman tidak berhenti di altar, tetapi bisa hidup di ruang-ruang kreatif, di tangan generasi muda yang berani mengambil peran.

Dan di pagi itu, kisah lama kembali diceritakan dengan wajah-wajah baru, dengan semangat yang sama, yakni menghadirkan kembali makna pengorbanan Kristus bagi dunia hari ini. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

6 hari ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

1 minggu ago

Rakernis Pusjarah Polri 2026, Penguatan Nilai Sejarah dan Tribrata Jadi Fokus Utama

MEDIASATYA.CO.ID — Pusat Sejarah atau Pusjarah Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Jakarta sebagai…

1 minggu ago

Catatan Fachri Mahayupa: Tawa yang Tersisa di Kolong Jembatan RT Nol RW Nol Teater Mahardika Samarinda

MEDIASATYA.CO.ID - Sepekan usai pertunjukan itu berakhir, yang tersisa bukan adegan perpisahan, bukan pula dialog…

2 minggu ago

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

4 minggu ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

1 bulan ago