Ketua DPRD Berau, Dedy O. Nooryanto
“Paparan debu batu bara bisa sebabkan ISPA. Pemerintah daerah harus ambil langkah tegas demi lindungi fasilitas publik.”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy O. Nooryanto, menyoroti serius potensi ancaman lingkungan yang muncul akibat aktivitas pertambangan batu bara di sekitar kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Redeb. Ia menilai keberadaan tambang yang beroperasi tidak jauh dari fasilitas kesehatan tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan baru bagi masyarakat.
“Banyak ancaman kesehatan, terutama paparan debu batu bara yang bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA),” ujar Dedy.
Selain udara, ia juga menyoroti potensi pencemaran air yang berasal dari aktivitas pertambangan di wilayah itu. Menurutnya, kualitas air di sekitar rumah sakit terancam tercemar jika tidak ada pengawasan dan tindakan yang tepat dari pemerintah daerah.
“Kualitas air juga terancam tercemar dari aktivitas tersebut. Ini masalah serius,” tegasnya.
Dedy mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan ini. Ia meminta agar ada regulasi yang lebih ketat serta pengawasan intensif terhadap aktifitas tambang yang beroperasi berdekatan dengan fasilitas publik.
“Pemerintah daerah harus segera mencari solusi terbaik. Kita tidak bisa biarkan masyarakat dan pasien di RSUD terpapar risiko,” tandasny.
Diketahui, sebelumnya keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di dekat kawasan RSUD Tanjung Redeb juga sempat menuai kritik dari masyarakat. Kini, kekhawatiran bertambah seiring dengan meningkatnya aktivitas pertambangan di sekitar area tersebut, yang dikhawatirkan menimbulkan ancaman ganda terhadap fungsi dan kenyamanan layanan kesehatan. (GIT/ADV)
















