Kampung Sukan Tengah Berau Jadi Contoh Pemberdayaan Sawit, Perputaran Uang Capai Rp1 Miliar Per Bulan

banner 400x130

Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin

“Alhamdulillah, rata-rata petani sudah bisa panen. Ini menjadi pondasi ekonomi keluarga, ditambah lagi dengan penghasilan tambahan lain di luar sawit”

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Program pemberdayaan masyarakat di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung, terbukti berhasil mendorong kemandirian ekonomi warga.

Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin, menyebut nilai perputaran uang dari hasil produksi sawit di wilayahnya kini mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan.

“Alhamdulillah, rata-rata petani sudah bisa panen. Ini menjadi pondasi ekonomi keluarga, ditambah lagi dengan penghasilan tambahan lain di luar sawit,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).

Program ini berawal dari inisiatif Bunyamin enam tahun lalu, yakni membagikan bibit kelapa sawit unggul secara gratis kepada warga. Hasilnya, warga kini memiliki penghasilan tetap sekaligus mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurut Bunyamin, sawit dipilih karena perawatannya mudah, pemasaran cepat, dan cocok dengan kondisi tanah Sukan Tengah yang memiliki tingkat keasaman (pH) maksimal 4.

Saat ini, luas lahan sawit di kampung tersebut telah mencapai sekitar 500 hektare dengan produksi rata-rata 350 ton per bulan.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala yang dihadapi petani, terutama minimnya sarana pengolahan hasil panen.

Selama ini, warga masih bergantung pada pabrik besar di luar kampung, yang jaraknya jauh dan menambah biaya transportasi.

“Kalau ada pabrik kelapa sawit mini di sini, tentu biaya bisa ditekan dan hasilnya lebih maksimal,” jelasnya.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dapat mempermudah akses bagi investor yang ingin mendirikan pabrik mini sawit di Sukan Tengah.

Menurutnya, keberadaan pabrik lokal tidak hanya membantu petani, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kami sangat berharap pemerintah bisa membantu membuka jalan bagi investor. Kalau masyarakat sudah mandiri, otomatis kampung pun ikut mandiri,” pungkasnya. (Redaksi/Git)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *