Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas
“Saya harap bisa segera didata dan dikirim secepatnya. Yang kita inginkan anak-anak bisa terus belajar dengan aman dan nyaman.”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya pasca banjir besar yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk segera mendata sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat banjir, agar perbaikan dapat segera direncanakan dan dilaksanakan.
Sri Juniarsih menegaskan pentingnya tindakan cepat agar fasilitas belajar dapat kembali digunakan dengan nyaman dan aman oleh para siswa.
Menurutnya, kelancaran kegiatan belajar mengajar harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Saya harap bisa segera didata dan dikirim secepatnya. Yang kita inginkan anak-anak bisa terus belajar dengan aman dan nyaman,” jelasnya, Kamis (19/6/2025).
Sri Juniarsih menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen penuh mendukung pendidikan. Ia tidak ingin ada anak-anak yang terpaksa tidak bersekolah akibat terganggunya fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah-langkah awal pendataan sejak banjir pertama kali terjadi. Menurutnya, tim Disdik langsung turun ke lapangan untuk mengidentifikasi kerusakan serta dampak lainnya.
“Sejak awal banjir, kami sudah ke lokasi dan mulai mendatanya,” kata Mardiatul.
Selain melakukan pendataan kerusakan, Disdik juga memberikan bantuan langsung kepada para siswa yang terdampak, khususnya penggantian buku pelajaran yang hilang atau rusak akibat terbawa banjir. Langkah ini diambil untuk meringankan beban para orang tua siswa yang secara ekonomi terdampak akibat bencana tersebut.
“Kami juga sudah berikan bantuan buku bagi siswa yang bukunya hanyut
atau rusak karena banjir,” tambahnya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa proses pendataan yang dilakukan memperhatikan skala prioritas. Misalnya, Sekolah Dasar di wilayah Gurimbang yang mengalami musibah longsor. Kondisi geografis yang rawan tersebut membuat sekolah itu menjadi prioritas utama untuk segera diperbaiki.
“Sudah juga saya tinjau langsung ke lokasi. Memang kondisinya mengkhawatirkan karena lokasinya berdekatan dengan tebing,” tutup Mardiatul. (Redaksi/Git)
















