Berita Terbaru

BMKG Berau Peringatkan Potensi Banjir Rob, Pasang Tertinggi Capai 3 Meter

Kepala BMKG Berau, Ade Hariyadi

“Warga di wilayah pesisir dan sekitar aliran sungai diminta waspada terhadap potensi banjir rob pada saat pasang tertinggi.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang dapat melanda wilayah pesisir Kabupaten Berau. Fenomena ini diperkirakan terjadi akibat pasang laut tertinggi yang mencapai 3,0 meter pada Kamis, 9 Oktober 2025 pukul 21.00 WITA.

Kepala BMKG Berau, Ade Hariyadi, menjelaskan bahwa kondisi geografis Berau yang memiliki garis pantai panjang serta sejumlah daerah aliran sungai (DAS) menjadikan wilayah ini rentan terhadap dampak pasang surut air laut.

“Pasang surut air laut di Berau menjadi perhatian serius, terutama di tengah perubahan iklim yang sering terjadi secara cepat dan ekstrem,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Banjir rob, kata Ade, merupakan genangan air laut yang meluap ke daratan saat pasang tinggi. Kondisi ini bisa diperparah oleh sejumlah faktor seperti penurunan permukaan tanah, sedimentasi sungai, serta penumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan bantaran sungai agar tetap siaga dan memantau perkembangan cuaca.

“Bagi warga yang bermukim di sekitar pesisir dan daerah aliran sungai, harap waspada terhadap potensi banjir rob, terutama pada saat pasang tertinggi,” tegasnya.

Selain kewaspadaan individu, Ade juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarinstansi dan pemerintah setempat untuk meminimalkan dampak yang mungkin timbul.

“Kami mendorong masyarakat untuk aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah serta tim penanggulangan bencana di wilayah masing-masing, agar langkah mitigasi bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

BMKG Berau juga mengimbau nelayan dan operator kapal kecil agar memperhatikan kondisi pasang surut sebelum beraktivitas di laut. Kewaspadaan dini diharapkan dapat mencegah terjadinya kerugian material maupun korban jiwa.

“Fenomena alam seperti ini tidak bisa dihindari, tapi bisa kita antisipasi dengan kesiapan dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

4 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

4 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago