Berita Terbaru

Bantuan China Masuk Aceh, Menhan Sjafrie: Itu Bantuan Personal

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah kembali menegaskan sikap menutup pintu bantuan asing dalam penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan seluruh penanganan dilakukan secara mandiri tanpa ketergantungan pada negara lain.

Isu mencuat setelah kehadiran tim khusus dari China di Aceh untuk membantu evakuasi jasad korban yang tertimbun lumpur.

Menhan menilai kehadiran tim tersebut bukanlah bantuan negara asing, melainkan bentuk bantuan personal kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem).

Menurut Sjafrie, tim dari China hadir atas hubungan pribadi dan bukan bagian dari kerja sama resmi antarnegara.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih berada dalam kendali pemerintah, serta seluruh proses penanganan bencana masih mampu dilakukan tanpa intervensi asing.

Penegasan serupa sebelumnya disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyatakan pemerintah optimistis bisa menangani bencana dengan kekuatan sendiri.

Pemerintah juga dinilai masih menutup pintu bantuan asing hingga benar-benar dianggap perlu.

Tim China & Malaysia Tetap Masuk Aceh

Di sisi lain, Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima bantuan dari Malaysia dan China.

Tim China diketahui tiba di Aceh dan bertugas membantu pendeteksian jasad korban yang masih tertimbun lumpur menggunakan peralatan khusus.

Tim tersebut dikerahkan ke wilayah-wilayah sulit dijangkau seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang, yang masih tertutup lumpur mencapai ketinggian pinggang.

Sementara itu, bantuan dari Malaysia berupa tenaga dokter dan obat-obatan.

Namun, distribusi bantuan tersebut dinilai belum merata dan masih kekurangan, sehingga direncanakan pengiriman tambahan obat-obatan hingga tiga ton beserta tenaga medis lanjutan.

Korban Tembus 961 Jiwa

Sementara itu, BNPB merilis pembaruan data korban banjir dan longsor di Sumatra.

Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, melaporkan tim gabungan menemukan tambahan 40 jenazah.

Rinciannya meliputi 23 korban di Aceh, sembilan di Sumatra Utara, dan delapan di Sumatra Barat.

Dengan penemuan terbaru, total korban meninggal dunia kini mencapai 961 jiwa.

Sementara jumlah korban hilang menurun menjadi 293 orang berdasarkan rekap data Pusdalops BNPB. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

2 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

3 minggu ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

3 minggu ago

Rakernis Pusjarah Polri 2026, Penguatan Nilai Sejarah dan Tribrata Jadi Fokus Utama

MEDIASATYA.CO.ID — Pusat Sejarah atau Pusjarah Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Jakarta sebagai…

3 minggu ago

Catatan Fachri Mahayupa: Tawa yang Tersisa di Kolong Jembatan RT Nol RW Nol Teater Mahardika Samarinda

MEDIASATYA.CO.ID - Sepekan usai pertunjukan itu berakhir, yang tersisa bukan adegan perpisahan, bukan pula dialog…

1 bulan ago

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

1 bulan ago