MEDIASATYA.CO.ID – Usulan pembentukan koalisi permanen yang dilontarkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memicu reaksi beragam dari partai politik.
Di tengah ancaman krisis kemanusiaan akibat banjir dan longsor di Sumatra, wacana tersebut dinilai sebagian pihak sebagai langkah yang tidak tepat waktu.
Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid menilai seluruh kekuatan politik dan elemen bangsa seharusnya memprioritaskan penyelamatan korban serta pemulihan wilayah terdampak bencana dibanding mendiskusikan penguatan koalisi kekuasaan.
Menurutnya, secara momentum, gagasan koalisi permanen kurang sensitif dengan situasi nasional karena ratusan korban masih dalam pencarian dan puluhan ribu warga hidup di pengungsian.
Ia menilai negara sedang berada dalam fase krisis kemanusiaan, sehingga pembahasan soal kesinambungan koalisi dianggap tidak relevan.
PKB juga menegaskan bahwa soliditas koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih terjaga.
Tidak ada partai pendukung pemerintah yang keluar dari garis kebijakan presiden.
Jika ada dinamika, PKB menilai itu sebatas persoalan komunikasi internal, bukan masalah komitmen politik.
Selain aspek politik, PKB turut mengingatkan potensi cuaca ekstrem masih tinggi berdasarkan peringatan dari BMKG.
Karena itu, mereka meminta seluruh sumber daya nasional difokuskan pada masa tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi wilayah terdampak.
PAN Dukung: Dinilai Bisa Perkuat Sistem Presidensial
Berbeda dengan PKB, Partai Amanat Nasional menyambut positif wacana tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menilai koalisi permanen bisa menjadi fondasi bagi penguatan sistem presidensial di Indonesia.
PAN berpandangan, jika koalisi permanen menjadi kesepakatan bersama antarpati, maka skema tersebut perlu dilegitimasi melalui revisi Undang-Undang Pemilu agar memiliki dasar hukum yang kuat.
Puan Maharani: Politik Belakangan
Sementara itu, Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani memilih tidak masuk jauh dalam polemik tersebut.
Ia menganggap pembicaraan mengenai Pemilu 2029 masih terlalu dini.
Puan menyampaikan bahwa fokus utama saat ini seharusnya tertuju pada penanganan bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menurutnya, urusan politik dapat dibahas setelah situasi nasional kembali stabil.
Gagasan Bahlil di Hadapan Prabowo
Usulan koalisi permanen pertama kali disampaikan Bahlil Lahadalia saat perayaan HUT ke-61 Partai Golkar.
Gagasan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bahlil mendorong konsep koalisi yang stabil dan berkelanjutan demi menjaga stabilitas politik, serta menghindari pola koalisi yang dinamis dan berubah-ubah. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…
MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…
MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…