Berita Terbaru

Syarifatul Sya’diah Dorong Pemahaman Hak dan Kewajiban Warga Negara di Maratua Berau

Anggota DPRD Kalimantan Timur, Dr. Hj. Syarifatul Sya’diyah, S.Pd., M.Si

Demokrasi yang kuat hanya bisa tumbuh jika hak dan kewajiban berjalan seiring.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – DPRD Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar agenda Penguatan Demokrasi Daerah ke-6 Tahun 2025 dengan tema “Hak dan Kewajiban Warga Negara”.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Bohe Silian, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, pada Jumat (18/7/2025).

Anggota DPRD Kaltim dari Daerah Pemilihan VI (Bontang, Kutai Timur, dan Berau), Dr. Hj. Syarifatul Sya’diah, S.Pd., M.Si, hadir langsung untuk memberikan materi sekaligus berdialog dengan masyarakat. Dalam pemaparannya, Syarifatul menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai keseimbangan antara hak dan kewajiban warga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa sebagai warga negara, selain memiliki hak yang dijamin konstitusi, mereka juga memiliki kewajiban yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

“Demokrasi yang kuat hanya bisa tumbuh jika hak dan kewajiban berjalan seiringan.” lanjutnya

Syarifatul mencontohkan, hak atas pendidikan sebagaimana dijamin dalam Pasal 28C UUD 1945 harus diimbangi dengan kewajiban untuk belajar secara sungguh-sungguh. Begitu pula dengan kebebasan berpendapat yang harus dijalankan secara bertanggung jawab, tidak disalahgunakan untuk menyebar hoaks atau ujaran kebencian.

“Pasal 28J ayat (1) jelas menyatakan kewajiban kita untuk menghormati hak orang lain. Kebebasan itu tidak boleh melanggar hak sesama warga,” tegasnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Hermansyah, S.Sos, menjelaskan bahwa hak merupakan jaminan negara bagi warga, sementara kewajiban adalah bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan demi mewujudkan masyarakat adil dan harmonis.

“Prinsip keseimbangan ini bukan hanya teori, tapi kunci untuk membangun kehidupan demokratis yang stabil dan sejahtera,” katanya.

Diskusi yang dimoderatori oleh Idris ini juga menyinggung akses layanan publik di wilayah pesisir dan pulau-pulau terluar. Menurut Syarifatul, pemahaman hak dan kewajiban harus didorong sebagai bagian dari upaya kolektif menuntut keadilan sosial dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

“Kami berharap, dari kegiatan ini lahir pemahaman baru yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tapi juga soal menjalankan peran kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” tutupnya. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

3 minggu ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

3 minggu ago

Denyut Kesenian di Bontang: 10 Teater Pelajar Kaltim dan Perayaan Proses Bernama AKSARA

MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…

1 bulan ago

Pesepeda Ramaikan Jalan Berau Lewat Abissia Bike Gelar Berau Night Ride

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…

1 bulan ago

DPRD Kaltim Sidak Tambang Singlurus, Abdulloh: Pastikan Hak Warga Samboja Tak Hilang

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…

1 bulan ago

KPK Panggil Aura Kasih? Telusuri Dana Non-Budgeter Kasus Korupsi yang Seret Ridwan Kamil

MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…

3 bulan ago