Berita Terbaru

Respons BPBD Berau Soal Keterbatasan Penyelam Bersertifikat

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat

“Karena keterbatasan dan risiko tinggi, di kedalaman seperti itu kami (ASN) tidak berani menyelam”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Keterbatasan jumlah penyelam bersertifikat lanjutan atau Advance Diver di Kabupaten Berau masih menjadi perhatian serius Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kondisi ini dinilai menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan darurat di wilayah perairan, terutama mengingat sebagian besar wilayah Berau terdiri atas laut dan pesisir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, mengungkapkan bahwa saat ini para penyelam yang dimiliki instansinya baru memiliki lisensi hingga tingkat Advance Diver, sementara belum ada yang mencapai level Master Diver.

“Saat ini lisensi yang dimiliki penyelam masih berstatus advance, belum ada yang menyentuh level master,” ujarnya, Rabu (5/11/2025).

Keterbatasan kemampuan menyelam ini menjadi kendala nyata dalam proses evakuasi di laut dalam.

Nofian mengungkapkan, keterbatasan itu terasa saat insiden tenggelamnya kapal KM Mina Maritim 148 di perairan Talisayan, di mana tim penyelam lokal harus dibantu oleh penyelam profesional dari luar daerah untuk menjangkau kedalaman sekitar 46 meter.

“Karena keterbatasan dan risiko tinggi, di kedalaman seperti itu kami (ASN) tidak berani menyelam,” jelas Nofian.

Ia menambahkan, untuk menghadapi kondisi darurat di laut, kemampuan menyelam dalam level tinggi serta peralatan keselamatan seperti decompression chamber sangat dibutuhkan.

Nofian juga menyoroti pentingnya ketersediaan fasilitas chamber di Kabupaten Berau. Menurutnya, alat tersebut tidak hanya berfungsi untuk penanganan kasus dekompresi bagi penyelam, tetapi juga dapat digunakan untuk terapi kesehatan lainnya.

“Chamber itu bukan cuma untuk penanganan dekompresi, tapi juga bermanfaat untuk terapi kesehatan lain seperti asam urat, gangguan saraf, sampai pemulihan cedera,” paparnya.

Selain untuk kesiapsiagaan bencana, peningkatan kapasitas penyelam juga dianggap penting bagi sektor pariwisata.

Nofian menyebut, daya tarik utama wisata Berau justru terletak pada pesona bawah lautnya yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.

“Apalagi wisata andalan kita juga ada di air dan spot andalan adalah diving. Saya kira ini sangat penting,” pungkasnya. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

6 hari ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

2 minggu ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

2 minggu ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

3 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago