Berita Terbaru

Politik Gaya Baru Prabowo, Didit Jadi Pencair Kebekuan Politik Megawati dan Jokowi

Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno

“Didit adalah replika politik Prabowo. Safari ke Jokowi dan Mega tentu sebagai upaya merawat silaturahmi politik sekaligus menjaga keseimbangan politik antara Teuku Umar dan Solo,”

MEDIASATYA.CO.ID – Putra Presiden Prabowo Subianto itu melakukan safari Lebaran dengan bersilaturahmi ke sejumlah tokoh besar.

Diketahui Didit mengunjungi kediaman Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) pada hari yang sama.

Pada hari Lebaran, Didit mendampingi Prabowo dalam acara open house di Istana Kepresidenan Jakarta. Ia terlihat berdiri di samping sang ayah, menyambut dan menyalami para pejabat negara, duta besar, serta tokoh-tokoh yang hadir.

Setelah itu, Didit bertolak ke kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada siang hari. Ia tampil mengenakan baju koko dan peci hitam.

Dalam kesempatan tersebut, Didit sempat berswafoto dengan Megawati serta berfoto bersama Puan Maharani dan Pinka Haprani.

Setelah dari kediaman Megawati, Didit melanjutkan perjalanan ke Solo, Jawa Tengah. Kali ini, ia mengenakan kemeja bermotif bunga berwarna biru dengan tetap mengenakan peci hitam.

Pertemuan antara Didit dan Jokowi berlangsung singkat, sekitar 45 menit. Didit meninggalkan kediaman Jokowi di Sumber, Banjarsari, sekitar pukul 16.12 WIB.

Saat ditanya mengenai pertemuan dengan Jokowi maupun kunjungan sebelumnya ke rumah Megawati, Didit enggan memberikan komentar lebih lanjut.

Dinilai Replika Politik Prabowo

Safari Lebaran Didit ke sejumlah tokoh besar dinilai sebagai bagian dari strategi politik Prabowo yang ingin menjaga hubungan dengan berbagai pihak.

“Didit adalah replika politik Prabowo.

Safari ke Jokowi dan Mega tentu sebagai upaya merawat silaturahmi politik sekaligus menjaga keseimbangan politik antara Teuku Umar dan Solo,” ujar Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, Selasa (1/4/2025).

Menurut Adi, Prabowo melalui Didit ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah presiden yang tetap menjaga hubungan baik dengan para pemimpin terdahulu, termasuk Megawati.

“Apa pun judulnya, tentu tak mudah menjaga keseimbangan politik antara Jokowi dan Mega, mengingat kedua sosok ini sedang berkonflik serius,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa keterlibatan Didit dalam safari politik ini menjadi fenomena menarik, meskipun ia tidak menduduki posisi politik tertentu.

“Yang menarik adalah sosok Didit yang dinilai sebagai duplikat Prabowo dalam komunikasi politik dengan elite-elite kunci. Publik melihat Didit sebagai Prabowo muda, di mana setiap gestur dan perilaku politiknya pasti dikaitkan dengan sang ayah,” ujarnya.

Adi menambahkan meskipun Didit tidak memegang jabatan politik, perannya dalam membangun komunikasi politik cukup penting.

“Secara perlahan, Didit mulai terlibat dalam urusan politik dengan membangun jembatan komunikasi dengan berbagai elite. Posisi Didit yang tidak menjabat posisi politik justru membuat publik lebih respect, karena fungsinya dalam membangun komunikasi politik istana tetap sangat vital,” katanya.

Dipuji Gibran

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut memuji langkah Didit yang bersilaturahmi ke rumah Megawati dan Jokowi. Ia menyebut rencana Didit bertemu Jokowi sudah disampaikan saat open house di Istana Negara.

“He’em, kemarin waktu open house di Jakarta memang beliau ini pengin mampir ke Solo, malah keduluan,” kata Gibran, Selasa (1/4/2025), seperti dilansir detikJateng.

Gibran mengapresiasi Didit yang berkunjung ke rumah Megawati dan Jokowi serta berupaya merangkul berbagai pihak.

“Ya, terakhir pada waktu ulang tahun beliau, saya lihat Mas Didit sebagai putra Presiden Prabowo sangat patut diapresiasi karena mengumpulkan tokoh-tokoh besar dan tokoh muda. Saya kira ini hal luar biasa,” ungkapnya.

“Beliau sowan ke sana kemari menggandeng semua anak-anak muda, hal yang patut diapresiasi,” tambahnya.

Mengenai wacana pertemuan para presiden terdahulu, Gibran menilai Didit sebagai sosok yang dapat diterima oleh semua kalangan.

“Boleh banget (para presiden terdahulu bertemu). Saya kira Mas Didit tokoh yang bisa diterima semua pihak,” pungkasnya. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

5 hari ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

5 hari ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

2 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago

Denyut Kesenian di Bontang: 10 Teater Pelajar Kaltim dan Perayaan Proses Bernama AKSARA

MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…

2 bulan ago