MEDIASATYA.CO.ID – Mediasi terkait gugatan perdata ijazah SMA yang menyeret nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ditunda hingga pekan depan.
Penundaan terjadi karena para pihak tergugat hanya menghadirkan kuasa hukum, bukan perwakilan langsung.
Penggugat, Subhan, menjelaskan bahwa dalam mediasi hari ini hakim mediator meminta dirinya untuk menyusun proposal perdamaian.
“Penggugat diminta untuk membuat proposal (29/9/2025). Tapi sejak awal saya sudah tegaskan, jalan damai itu hanya satu: Gibran mundur dari jabatannya,” ujar Subhan.
Ia menegaskan, kasus ini menyangkut syarat pendidikan yang bersifat subjektif.
“Pendidikan itu melekat. Kalau kurang, solusinya ya sekolah lagi. Tapi dalam hal ini, menurut saya, pendidikannya tidak cukup. Undang-undang tidak bisa memenuhi itu,” tuturnya.
Mediasi dijadwalkan kembali digelar pekan depan. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID — Usia 62 tahun bukan sekadar penanda perjalanan hidup. Bagi Abdulloh, usia yang genap…
Kapolda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani Tugas sebagai Kapolda mencakup upaya menjaga keamanan dan ketertiban…
MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…
MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…
MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…
MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…