Pelajar SMP di Segah Terlibat Perkelahian, Video Viral Picu Penyelidikan Polisi

banner 400x130

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Polsek Segah bergerak cepat menindaklanjuti beredarnya video viral yang memperlihatkan dugaan aksi kekerasan antarpelajar di wilayah Kecamatan Segah.

Rekaman yang diunggah oleh akun instagram @lamberberau pada Jumat (28/11/2025), langsung memicu perhatian masyarakat karena diduga melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

banner 400x130

Beragam komentar muncul, ada yang menganggapnya lumrah karena masih anak-anak, namun tidak sedikit yang turut menyayangkan tindakan itu.

“Kaya kesel banget!!! Terus juga jangan selalu normalisasi kan ” NAMANYA JUGA ANAK ” jirrrrrr lah kesel liat kaya gini 😢” komentar dari salah satu akun.

Kapolsek Segah, Iptu Lisinius Pinem, menyampaikan bahwa polisi segera melakukan penyelidikan begitu informasi tersebut muncul di ruang publik.

Berdasarkan penelusuran, insiden terjadi pada Kamis (27/11/2025) ketika dua siswa berinisial K dan J terlibat perselisihan.

“Awalnya saling mengejek nama orang tua, lalu situasinya memanas,” jelasnya.

Ketegangan semakin berkembang setelah beberapa teman sebaya ikut memprovokasi dan mendorong keduanya untuk berkelahi.

Seusai pulang sekolah, K dan J bersama sembilan siswa lain pergi ke area perkebunan sawit. Di lokasi itu, kedua pelajar terlibat pertikaian sementara rekan-rekannya hanya menonton, merekam, bahkan memberi dukungan.

“Tidak ada yang melerai, justru teman-temannya sibuk merekam,” tambah Kapolsek.

Menanggapi viralnya video tersebut, Polsek Segah bersama pihak sekolah segera melakukan penanganan pada Jumat pagi (28/11/2025) pukul 09.00 WITA.

Rapat digelar dengan menghadirkan kepala sekolah, komite, dewan guru, orang tua siswa, dan jajaran kepolisian.

Pertemuan itu membahas kronologi insiden, dampak penyebaran video, serta langkah yang harus ditempuh untuk mencegah kejadian serupa di lingkungan sekolah.

Dalam proses mediasi, pihak sekolah memberikan sanksi kepada seluruh siswa yang terbukti terlibat.

Sementara itu, kedua pelajar dan orang tua masing-masing saling memaafkan dan turut membuat video permintaan maaf sebagai bagian dari penyelesaian secara kekeluargaan.

“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi pelajar lainnya agar lebih bijak bersikap, menjaga pergaulan, dan tidak mudah terprovokasi,” tutup Iptu Lisinius Pinem. (Redaksi)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *