Berita Terbaru

Masyarakat Ngadu Soal Sungai Siagung Rusak Akibat Aktivitas Tambang di Kelay, DPRD Berau Minta Kajian Teknis

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong

“Kami di DPRD tidak bisa men-justifikasi. Apakah kerugian yang dialami masyarakat ini murni akibat aktivitas perusahaan, atau karena faktor lain seperti curah hujan tinggi dan pendangkalan sungai. Itu harus melalui kajian resmi.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Polemik dugaan dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan di wilayah Kelay, yang disebut-sebut mengganggu aliran Sungai Siagung, kembali mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Berau, Senin (22/9/2025).

Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi P. Mangunsong menegaskan pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan maupun menyalahkan perusahaan tambang sebagaimana dituding masyarakat.

Menurutnya, diperlukan kajian teknis lingkungan untuk memastikan penyebab utama masalah tersebut.

Rudi menambahkan, persoalan ini sebaiknya lebih dulu dimediasi di tingkat kecamatan bersama muspika dan kepala kampung, mengingat aparat wilayah lebih memahami kondisi geografis maupun sosial di lapangan.

“Kami akan rencanakan jadwal sidak, tapi secara teknis pihak kecamatan lebih dekat dan paham kondisi lapangan,” ujarnya.

Menurut penuturannya, dalam forum sempat muncul perbedaan pandangan antar kepala kampung.

Ada yang menilai aktivitas perusahaan merugikan masyarakat, sementara sebagian lain meminta verifikasi lebih detail di lapangan.

Rudi menyebut hal itu wajar karena data yang dimiliki DPRD baru sebatas laporan visual masyarakat tanpa kajian teknis.

Terkait ketidakhadiran perusahaan tambang dalam RDP, Rudi mengaku kecewa.

Apalagi, persoalan serupa sebelumnya sudah pernah dilaporkan hingga ke DPR RI, dan pihak perusahaan juga sempat dipanggil ke tingkat pusat untuk dimintai klarifikasi.

“Kalau analisis resmi menyatakan kerugian masyarakat akibat pengalihan sungai, kami akan merekomendasikan perusahaan untuk memperbaiki, misalnya mengubah amdal, memperlebar saluran, atau membuat sodetan baru. Tapi sekali lagi, itu harus berdasarkan kajian lembaga resmi,” tegasnya. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

4 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

4 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago