Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah
“Batik merupakan bagian dari program prioritas daerah. Pemerintah pusat pun memberi dukungan agar produk lokal bisa menjadi unggulan daerah”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, mendorong penguatan branding dan promosi ekonomi kreatif lokal seperti batik, agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional.
Langkah ini disebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah Berau dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi daerah.
“Batik merupakan bagian dari program prioritas daerah. Pemerintah pusat pun memberi dukungan agar produk lokal bisa menjadi unggulan daerah,” kata Agus.
Menurutnya, peran media juga penting guna memperkenalkan potensi daerah kepada publik. Ia berharap dukungan konsisten dalam hal mempublikasikan informasi tentang produk-produk unggulan daerah.
“Kehadiran media sangat membantu memperluas promosi,” ujarnya.
Bentuk dukungan yang diharapkan mencakup pendanaan, kebijakan harga yang kompetitif, serta penyederhanaan birokrasi.
“Usaha kecil tidak boleh terbebani. Pemerintah harus hadir mendukung keberlanjutan, dari produsen utama hingga unit usaha kecil,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, legislatif, dan media dapat membentuk iklim usaha yang kondusif dan menarik bagi investor.
“Target kami, lima tahun ke depan Berau menjadi daerah yang maju, aman, dan ramah bagi pelaku usaha maupun investor,” pungkasnya. (GIT/ADV)
MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…
MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…
MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…