Berita Terbaru

Dari Ruang Gelap Menuju Cahaya: Teater Samudra SMAN 1 Muara Badak dan Mimpi yang Menyala

MEDIASATYA.CO.ID – Tiga hari setelah gegap gempita Dies Natalis ke-32 SMA Negeri 1 Muara Badak (19–21 November) mereda, satu suguhan masih hangat dibicarakan.

Adalah pementasan teater perdana Teater Samudra yang menyulut harapan baru bagi perkembangan seni di Muara Badak.

Membawakan naskah “Dimensi dari Ruang Gelap” karya Edy Efendy, pertunjukan ini seolah menjadi pintu pembuka bahwa seni panggung bukan sekadar hiburan.

Dengan komposisi humor segar, kritik sosial yang tajam, dan permainan rasa yang dieksekusi dengan cermat, para aktor muda berhasil mengaduk emosi penonton.

Gelak tawa yang meledak di awal cerita perlahan berubah menjadi isak haru ketika musik sendu mengiringi adegan-adegan pilu.

Lebih dari itu, misi Teater Samudra sederhana namun visioner, yakni mengenalkan dunia teater kepada siswa dan masyarakat Muara Badak.

Bahwa seni panggung mampu menumbuhkan empati, membentuk karakter, dan membuka cara pandang baru terhadap kehidupan.

Kepala SMA Negeri 1 Muara Badak, Drs. Faharuddin Husain menggarisbawahi bahwa peresmian ekstrakurikuler teater adalah langkah penting.

Namun semangat belajar tetap menjadi kunci. Ia berharap para siswa terus berkarya tanpa mengabaikan kewajiban mereka sebagai pelajar.

“Pementasannya bagus, saya harap anak didik kita lebih semangat lagi dalam berteater dan melanjutkan apa yang sudah dimulai karena kita sudah sudah gunting pita(peresmian ekstra kulikuler teater), namun tidak melupakan kewajiban mereka sebagai siswa,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari para guru, seperti Syamsuddin, Guru Seni Budaya, menilai panggung perdana ini sudah melampaui ekspektasi.

Meski masih banyak ruang belajar, bagi mereka yang belum mengenal teater, pertunjukan ini terasa nyaris sempurna.

Hal senada disampaikan Wakasapras Junaidi, yang memuji pendalaman karakter para pemeran dan kekuatan penyampaian naskah.

Apresiasi lebih emosional hadir dari Adji Achmad Iqbal, yang memiliki rekam jejak di dunia teater Mahakam Samarinda.

Ia mengaku merinding bahkan meneteskan air mata karena pertunjukan tersebut.

Baginya, apa yang disajikan Teater Samudra bukan sekadar pentas; ini awal dari sejarah baru.

“Muara Badak suatu hari akan memiliki teater besar,” ujarnya penuh keyakinan.

Kebanggaan juga diungkapkan Suhana alias Wadas, alumni Bahasa dan Sastra yang turut mendampingi perjalanan teater ini.

Ia menyebut setiap cahaya panggung, langkah aktor, hingga napas para penonton yang tertahan menjadi bukti lahirnya jiwa seni yang kuat.

Baginya, ini adalah perjalanan batin yang menyentuh banyak hati.

Sementara itu, pelatih teater Mahmud Nurul Husairi alias Prisot menegaskan fokus utama Teater Samudra bukan hanya tampil memukau, tetapi mendidik siswa melalui kerja kolektif yang menuntut kedewasaan, kestabilan emosi, dan manajemen waktu serta tenaga.

“Kalau saya sih lebih fokus untuk membentuk karakter siswa. Garapan teater adalah sebuah kerja kolektif yang mana semua tim harus berkesinambungan, disinilah kita belajar banyak bagaimana menjadi lebih dewasa, belajar mengatur waktu, tenaga, pikiran hingga perasaan,” katanya.

Lebih lanjut, pertunjukan ini mungkin baru langkah pertama.

Namun dari sorot mata para penonton malam itu, dari tepukan tangan yang tak ingin berhenti, dari semangat para siswa yang terpancar jelas, Muara Badak seperti menemukan panggung baru untuk bersuara.

Ya, Teater Samudra telah lahir. Dan babak berikutnya sudah menunggu untuk dimainkan. (*)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 hari ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

3 hari ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

5 hari ago

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

3 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

4 minggu ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

1 bulan ago