MEDIASATYA.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal akan menindaklanjuti ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap pegawai federal.
Langkah ini disebut sebagai strategi untuk menekan Partai Demokrat agar mendukung kebijakan mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown).
Trump menyatakan akan bertemu dengan Kepala Anggaran Russell Vought untuk menentukan lembaga-lembaga federal yang dianggap layak dipangkas.
Menurutnya, sebagian besar lembaga Demokrat hanyalah “penipuan politik” yang tidak diperlukan.
Ia juga menyinggung kemungkinan PHK bersifat sementara maupun permanen.
Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui situs Truth Social pada Kamis (2/10/2025) waktu AS, ketika shutdown memasuki hari kedua.
Penutupan pemerintahan ini diperkirakan membuat sekitar 750.000 pegawai federal dirumahkan tanpa gaji.
Sebelumnya, Vought menyampaikan kepada anggota Kongres dari Partai Republik bahwa sebagian pegawai federal berpotensi mengalami PHK permanen.
Sementara itu, juru bicara Trump, Karoline Leavitt, menegaskan ribuan pegawai kemungkinan akan segera diberhentikan. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID — Usia 62 tahun bukan sekadar penanda perjalanan hidup. Bagi Abdulloh, usia yang genap…
Kapolda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani Tugas sebagai Kapolda mencakup upaya menjaga keamanan dan ketertiban…
MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…
MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…
MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…
MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…