MEDIASATYA.CO.ID – Kontruksi pembangunan Terowongan Selili Samarinda yang berada tepat disisi Jalan Kakap seketika heboh.
Puluhan Warga RT 19 Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dibuat keluar dari rumah.
Mereka melakukan aksi protes, akibat ulah konstruksi yang menggunakan alat berat.
Belakangan diketahui pekerjaan konstruksi itu sedang mengangkat material.
Tak kuat menahan beban yang diangkat, membuat material jatuh.
Hal ini beberapa kali dilakukan, hingga menyebabkan getaran kuat yang berdampak pada rumah warga yang berada tepat disisi atas pintu masuk terowongan.
Salah seorang warga RT 19, Risma, mengaku, mulanya mereka kaget dengan getaran sesaat yang terjadi dirumahnya.
Tetapi, setelah dilakukan pengecekan ternyata pihak kontruksi tengah mengangkat beban lalu terjatuh kembali.
Hal ini seketika menyebabkan dampak yang cukup signifikan terhadap permukiman warga yang berada di kawasan tersebut.
“Awal kita itu masih duduk di depan rumah, getar. Kami coba lihat, ternyata mereka (kontruksi) ngangkat beban pakai crane. Itu jatuh makanya bergetar,” ujar Risma salah seorang warga RT 19, Rabu (15/10/2025) malam.
Tidak hanya sekali, lanjut dia, material yang diangkut oleh alat berat kemudian kembali terjatuh dan menyebabkan batu gunung yang berada di dekat rumahnya bergeser.
“Pas jatuh lagi, batu yang di dekat pohon pisang (dekat rumah warga) ikut jatuh. Nah baru kami teriaki lagi mereka, mau kami demo kah,” katanya geram.
Sementara itu, Projek Manager Pelaksana Proyek Pembangunan Terowongan Selili, Bili, Menjelaskan, pihak kontruksi tengah mengerjakan pengujian pondasi di luar terowong yang berada disisi Jalan Kakap dengan metode Pile driving analysis (PDA) Test.
“Kita ada pengujian pondasi. Pondasi susah selesai dan lazim dilakukan PDA Test untuk mengetahui daya dukung pondasinya,” jelasnya.
Untuk diketahui, metode PDA Test, di mana dilakukan ketika pondasi di kontruksi bangunan rampung dikerjakan.
Dengan cara pengujian dinamis non-destruktif pada tiang pancang yang dilakukan selama proses pemancangan untuk menganalisis daya dukung dan integritas tiang secara cepat.
Metode ini menggunakan sensor seperti accelerometer dan strain gauge yang dipasang pada tiang pancang untuk merekam respons tiang terhadap pukulan palu hammer.
Data yang direkam kemudian dianalisis untuk menilai kapasitas tiang, tegangan internal, dan mendeteksi kerusakan struktural.
Hanya saja, terang Bili, pengujian ingin dilakukan pada sore. Tetapi, sempat terjadi hujan dan pengujian dialihkan ke malam hari.
“Tadi mau dilakukan uji coba di sore hari, tapi karena hujan kami lanjutkan pada malam ini,” sebutnya.
Pengujiannya sendiri, dilakukan sebanyak dua kali dengan menggunakan palu hammer dengan beban 6 ton.
Hantaman ini lah yang menjadi alasan terjadinya getaran hingga berdampak ke rumah warga sekitar terowongan.
“Pengujian sudah selesai da tidak ada lagi pengujian selanjutnya. Tetapi memang pengerjaan ini mengganggu warga sekitar. Karena dilakukan pada malam hari,” imbuhnya. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…
MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…
MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…