Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto
“Anggapan kami, Berau sudah masuk zona merah. Dari waktu ke waktu kasusnya mengalami peningkatan, baik dari sisi pengungkapan maupun peredaran di lapangan”
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Berau menilai kondisi peredaran narkotika di Bumi Batiwakkal sudah sangat mengkhawatirkan.
Kasat Resnarkoba Polres Berau, AKP Agus Priyanto, menegaskan wilayah ini kini bisa dikategorikan sebagai zona merah narkoba lantaran kasus yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Anggapan kami, Berau sudah masuk zona merah. Dari waktu ke waktu kasusnya mengalami peningkatan, baik dari sisi pengungkapan maupun peredaran di lapangan,” ujar Agus, Kamis (2/10/2025).
Menurutnya, hampir seluruh Polsek di bawah jajaran Polres Berau kini menangani kasus narkoba, menandakan bahwa jaringan peredaran telah menyebar hingga ke tingkat bawah. Bahkan, sebagian besar pelaku yang diamankan merupakan residivis atau pernah terjerat kasus serupa sebelumnya.
“Banyak tersangka adalah residivis. Setelah menjalani hukuman, mereka kembali terlibat,” ungkap Agus.
Ia menambahkan, faktor ekonomi menjadi salah satu pendorong utama. Bisnis haram ini memberikan keuntungan cepat sehingga banyak orang tergoda, meskipun risikonya sangat besar.
“Keuntungan yang mereka lihat memang menggiurkan, tapi risiko hukumnya juga tidak main-main. Sayangnya, masih ada yang memilih jalan ini,” jelasnya.
Agus menekankan bahwa dampak narkoba tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu. Saat ini, penyalahgunaan sudah merambah ke berbagai kalangan, mulai dari remaja, pekerja, hingga masyarakat umum.
“Segala lapisan sudah terpengaruh. Jadi tidak ada lagi istilah narkoba hanya menyasar golongan tertentu,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polres Berau terus mengintensifkan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya narkoba.
Agus berharap, generasi muda bisa lebih terlindungi dari ancaman penyalahgunaan barang haram tersebut.
“Kami rutin turun ke sekolah-sekolah, memberikan sosialisasi, karena mereka ini masa depan bangsa. Pencegahan harus dimulai dari hulu, yakni anak-anak kita,” pungkasnya. (Redaksi)
MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…
MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…
Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…
MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…
MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…
MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…