Advetorial

Sri Kumalasari Minta Amphitheater Dispusip Berau Difungsikan Jadi Pusat Kegiatan Budaya dan Literasi

Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari

“Amphitheater di kawasan Dispusip memiliki potensi besar. Kalau segera difungsikan, bisa menjadi pusat kegiatan budaya dan ruang interaksi masyarakat.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari, mendorong pemerintah daerah untuk segera memanfaatkan amphitheater di kawasan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Berau yang sudah selesai dibangun.

Menurutnya, fasilitas tersebut bisa menjadi ruang strategis untuk menampung berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari seni, budaya, hingga kegiatan literasi.

“Amphitheater di kawasan Dispusip memiliki potensi besar. Kalau segera difungsikan, bisa menjadi pusat kegiatan budaya dan ruang interaksi masyarakat,” ujarnya.

Sri menilai, keberadaan amphitheater sangat penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain sebagai tempat pertunjukan seni, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukatif seperti diskusi publik, pagelaran literasi, dan acara kemasyarakatan.

“Kalau sudah difungsikan, masyarakat bisa menikmati ruang baru yang bermanfaat sekaligus mendukung kreativitas anak muda,” tambahnya.

Politisi Golkar itu mengingatkan, pembangunan fasilitas publik seharusnya tidak berhenti pada penyelesaian fisik. Lebih penting adalah memastikan fasilitas benar-benar digunakan secara optimal agar tidak mangkrak.

“Yang terpenting keberlanjutan pemanfaatannya. Jangan sampai hanya berdiri megah, tapi tidak digunakan,” tegasnya.

Sri juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas komitmen membangun sarana publik. Namun ia berharap ada langkah lebih konkret dalam pengelolaan amphitheater, baik melalui kolaborasi lintas OPD maupun kerja sama dengan komunitas seni dan literasi lokal.

“DPRD tentu siap mendukung agar amphitheater ini bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat Berau, khususnya dalam menghidupkan budaya dan literasi daerah,” pungkasnya. (GIT/ADV)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

2 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

2 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

3 minggu ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

1 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

1 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

1 bulan ago