Samarinda, Mediasatya.com – Dalam suasana diskusi publik yang berlangsung di Cafe Bagios, membahas peran penting media siber dalam mewujudkan Pilkada damai. Acara yang bertajuk “Peran Media Siber Samarinda untuk Mewujudkan Pilkada Damai di Kalimantan Timur” ini juga menjadi momen pelantikan anggota baru Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Samarinda untuk periode 2024-2027.
Diskusi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), kepolisian, dan pemerintah daerah, yang membahas peran strategis media dalam menjaga stabilitas Pilkada, di tengah tantangan digital dan maraknya penyebaran hoaks.
Danny Bunga, Anggota Bawaslu Kaltim, dalam diskusi itu menyoroti pentingnya partisipasi publik dalam mengawasi jalannya Pilkada dan menekan praktik politik uang. Menurutnya, media siber memegang peran penting dalam membentuk opini publik yang sehat serta mendorong partisipasi masyarakat. Namun menurutnya perlu adanya dorongan lebih besar agar media siber bisa menjadi jembatan antara masyarakat dalam proses pengawasan Pilkada.
Pernyataan tersebut juga diperkuat oleh Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto, yang mengatakan bahwa media siber dapat membantu menjaga ketenangan di tengah proses Pilkada yang berpotensi memanas. Ia menekankan pentingnya peran media dalam menangkal penyebaran hoaks.
“Peran media siber sangat pesat dan menjadi penghubung utama bagi masyarakat. Jika tidak ada peranan dari media, suasana tentu dapat memanas dengan cepat,” kata Eko.
Komisioner KPU Kaltim, Ramaon D. Saragih, menambahkan bahwa SMSI berperan penting dalam menyebarluaskan informasi Pilkada yang akurat dan cepat. Media siber diharapkan menjadi mitra utama KPU dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat benar dan berimbang. Sehingga dirinya juga menyebut KPU dan SMSI harus lebih erat berkolaborasi.
“Kami berharap SMSI berada di garis depan, menyampaikan informasi dengan cepat dan tepat,” ujar Ramaon.
Perwakilan dari media yakni Agus, Direktur Media Kaltim, menjelaskan pentingnya netralitas media dalam menjaga keseimbangan pemberitaan selama Pilkada. Ia menyadari tantangan yang dihadapi media dalam menjaga independensi di tengah tekanan bisnis dan informasi cepat. Sehingga media memiliki tanggung jawab ganda.
“Bisnis media harus terus berjalan, namun pemberitaan juga harus tetap berimbang dan netral,” tegas Agus.
Diakhir kegiatan diskusi tersebut, Ketua PWI Kaltim, Rahman mengapresiasi kegiatan diskusi yang dilaksanakan oleh SMSI Kota Samarinda. Apalagi kegiatan diskusi tersebut dilaksanakan di tengah momen masa kampanye. Dirinya berharap media dapat memberikan informasi yang akurat dan pers khususnya dapat menjaga netralitas dalam pemberitaan.
Iko/Rdk
MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…
MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…
MEDIASATYA.CO.ID — Lampu-lampu panggung di Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Bontang kembali menyala. Tirai…
MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Abissia Bike mengadakan kegiatan Berau Night Ride pada Jumat malam (30/1/2026). Lebih…
Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh “Kegiatan usaha, terutama pertambangan, tidak boleh berjalan dengan mengorbankan…
MEDIASATYA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil penyanyi Aura Kasih untuk dimintai keterangan…