Berita Terbaru

RSUD Abdul Rivai Lakukan Simulasi IGD Gedung Walet, Pastikan Layanan 24 Jam Tak Terganggu

Humas RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriat Maja

“Simulasi ini merupakan proses supaya perpindahan layanan khususnya layanan IGD dari bangunan lama ke gedung baru tidak terputus.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – RSUD dr Abdul Rivai terus berbenah dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan melaksanakan simulasi pelayanan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) lantai 1 pada Gedung Walet, gedung baru rumah sakit yang siap beroperasi dalam waktu dekat.

Humas RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriat Maja, menyampaikan bahwa simulasi tersebut telah dilaksanakan beberapa waktu lalu sebagai persiapan perpindahan layanan dari gedung lama ke fasilitas baru.

“Kami beberapa waktu terakhir melakukan simulasi pelayanan di ruangan IGD lantai 1 Gedung Walet yang sudah rampung pembangunannya,” ujar Dani, Selasa (27/5/2025)..

Ia menjelaskan, simulasi ini bertujuan memastikan proses transisi layanan berlangsung tanpa mengganggu

operasional 24 jam IGD yang menjadi ujung tombak layanan kegawatdaruratan di RSUD.

“Simulasi ini merupakan proses supaya perpindahan layanan khususnya layanan IGD dari bangunan lama ke gedung baru tidak terputus,” katanya.

Dani menyampaikan, Gedung Walet lantai 1 yang akan difungsikan sebagai IGD terpadu dirancang untuk menghadirkan sistem pelayanan yang lebih efektif.

Di dalamnya terintegrasi sejumlah layanan penting seperti radiologi, laboratorium, depo farmasi, kebidanan, dan layanan rawat sehari atau One Day Care.

“Jadi IGD terpadu ini diharapkan bisa memudahkan pelayanan tanpa harus berpindah ke ruangan lain seperti sistem lama kita saat ini,” terangnya.

“Dari hasil simulasi kemarin masih ada ditemukan temuan yang harus kita evaluasi demi peningkatan pelayanan,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya kini sedang menyiapkan berbagai perlengkapan, termasuk perpindahan alat medis dan penyesuaian mebeler.

“Karena di IGD baru nanti kita harus menggunakan vinyl anti bakteri sesuai rekomendasi dan standar dari Kemenkes, sehingga mebelernya juga harus menyesuaikan agar umur dari vinyl bisa bertahan lama,” jelas Dani.

Lebih jauh, ia memastikan simulasi juga melibatkan seluruh unsur tenaga kesehatan dan pendukung, mulai dari dokter, perawat, bidan, laboratorium, radiografer, hingga farmasi.

Bahkan tim eksternal seperti cleaning service dan satpam juga turut dilibatkan.

“Jadi alur triase ketika pasien datang diharapkan sudah bisa terkoordinir dan terorganisir dengan baik,” ujar Dani.

“Semua ini dilakukan untuk memaksimalkan pelayanan kepada pasien atau pengguna nantinya,” tutupnya. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

3 minggu ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

3 minggu ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago