Berita Terbaru

Respons Ancaman Militer Amerika, Venezuela Siaga 5 Ribu Rudal Rusia

MEDIASATYA.CO.ID – Militer Venezuela tengah bersiap menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Karibia.

Sebagai langkah antisipatif, Presiden Nicolas Maduro mengumumkan pengerahan 5.000 unit rudal antipesawat portabel Igla-S buatan Rusia ke berbagai wilayah strategis di seluruh negeri.

Menanggapi ancaman tersebut, Maduro menegaskan bahwa negaranya siap mempertahankan kedaulatan dari segala bentuk agresi asing.

“Tidak ada satu pun kekuatan di dunia yang bisa menundukkan rakyat Venezuela. Kami telah memperkuat pertahanan udara dengan teknologi terbaik yang tersedia,” ujarnya, dalam siaran televisi nasional.

Rudal Igla-S, versi modern dari sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) buatan Rusia, disebut mampu menembak jatuh pesawat dan helikopter pada jarak 6 km serta pada ketinggian hingga 3,5 km. Senjata ini menjadi tulang punggung pertahanan udara jarak dekat Venezuela.

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Venezuela, sekitar 5.000 rudal tersebut telah disebar ke seluruh benteng militer, pangkalan udara, serta fasilitas energi dan minyak nasional, yang selama ini menjadi target sensitif dalam konflik geopolitik.

Dalam komentar yang memicu ketegangan baru, Senator AS Rick Scott mengatakan masa jabatan Maduro tinggal menghitung hari. Dia bahkan menyarankan sang presiden untuk segera kabur ke Rusia atau China sebelum terlambat.

“Jika saya jadi Maduro, saya akan pergi ke Rusia atau China sekarang juga,” kata Scott dalam wawancaranya dengan CBS News, dikutip Rabu (29/10/2025).

Pernyataan tersebut muncul di tengah manuver militer AS di kawasan Karibia. Kapal perang AS dilaporkan telah berlabuh di Trinidad dan Tobago pada Minggu (26/10/2025), hanya ratusan kilometer dari perairan Venezuela.

Langkah Antisipasi Karakas

Dalam komentar yang memicu ketegangan baru, Senator AS Rick Scott mengatakan masa jabatan Maduro tinggal menghitung hari. Dia bahkan menyarankan sang presiden untuk segera kabur ke Rusia atau China sebelum terlambat.

“Jika saya jadi Maduro, saya akan pergi ke Rusia atau China sekarang juga,” kata Scott dalam wawancaranya dengan CBS News, dikutip Rabu (29/10/2025).

Pernyataan tersebut muncul di tengah manuver militer AS di kawasan Karibia. Kapal perang AS dilaporkan telah berlabuh di Trinidad dan Tobago pada Minggu (26/10/2025), hanya ratusan kilometer dari perairan Venezuela. (Redaksi)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Genap 62 Tahun: Abdulloh Fokus Mengabdi, Bursa Wali Kota Balikpapan Menanti

MEDIASATYA.CO.ID — Usia 62 tahun bukan sekadar penanda perjalanan hidup. Bagi Abdulloh, usia yang genap…

20 jam ago

Dari Penyidik hingga Pengajar Polri, Brigjen Yustan Alpiani Kini Jadi Kapolda Lampung

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani Tugas sebagai Kapolda mencakup upaya menjaga keamanan dan ketertiban…

4 hari ago

Seni di Era AI Jadi Bahasan di Universitas Terbuka Samarinda, Fachri Mahayupa: Carilah Makna

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…

1 bulan ago

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

2 bulan ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

2 bulan ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

2 bulan ago