‘Rayu Cewek’ Warnai Sidang Sengketa Pilkada Kaltim 2024 di MK, Tim Rudy-Seno: Kartel Politik tak Berdasar

Agus Amri, kuasa hukum Rudy-Seno

“Jangankan untuk mendapatkan partai, mendapatkan seorang cewek saja saya kira kita susah sekali, apalagi partai karena partai punya standarnya sendiri,”

MEDIASATYA.COM – Guyonan rayu cewek mewarnai jalannya sidang sengketa Pilkada Kaltim 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ungkapan itu disampaikan Agus Amri, kuasa hukum pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 2, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Agus Amri tengah menyampaikan pembelaan, lantaran kliennya dituding membangun kartel politik.

Ungkapan rayu cewek itu sontak mencairkan suasana sidang sengketa Pilkada 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Perumpamaan yang disampaikan Agus Amri memicu gelak tawa.

Foto: Sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi.

Awalnya, Agus membantah tuduhan adanya praktik kartel politik dalam Pilkada Kaltim dengan menegaskan bahwa partai politik tidak bisa diibaratkan sebagai barang yang mudah dibeli.

“Tuduhan mengenai kartel politik atau tindakan memborong partai kami respons dengan bukti-bukti kami bahwa sesungguhnya partai politik itu bukan seperti barang, Yang Mulia, di mana kita datang ke pasar bawa duit dan kita bisa bawa pulang partai yang kita mau,” ujar Agus di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2025).

Ia kemudian memberikan perumpamaan yang tak terduga dengan membandingkan sulitnya mendapatkan dukungan partai politik dengan tantangan merayu perempuan.

“Jangankan untuk mendapatkan partai, mendapatkan seorang cewek saja saya kira kita susah sekali, apalagi partai karena partai punya standarnya sendiri,” tambahnya, yang langsung memancing tawa peserta sidang.

Hakim Konstitusi Arief Hidayat, yang memimpin sidang, menimpali perumpamaan tersebut dengan gurauan.

“Perumpamaannya mendapatkan cewek. Ini kayaknya kuasa hukumnya ini playboy ini, hahaha, punya pengalaman mendapatkan cewek susah ini,” ucap Arief sambil tertawa.

Tak mau kalah, Agus membalas gurauan Arief dengan nada bercanda.

“Dan gagal, Yang Mulia. Susahnya minta ampun, apalagi merayu partai politik, cewek saja susah, sumpah, hahaha,” ujarnya yang kembali mengundang gelak tawa.

Hakim Arief kemudian melibatkan rekannya, Hakim Konstitusi Anwar Usman, dengan mengatakan bahwa urusan mendapatkan perempuan mungkin lebih mudah bagi Anwar.

“Nggak, itu kalau tanya Prof Anwar, enggak, gampang itu,” kata Arief.

Agus pun melanjutkan candaan dengan memuji Hakim Anwar Usman dan membandingkan hakim Arief Hidayat dengan dirinya.

“Iya, soalnya beliau ganteng daripada saya, Yang Mulia. 11-12 lah dengan Prof Arief Hidayat,” ujarnya sambil terkekeh.

Namun, Arief mengingatkan agar pembahasan tidak terlalu melebar dan melibatkan isu perempuan secara berlebihan.

“Jangan anu cewek, nanti Prof Enny marah nanti,” katanya.

Di balik suasana cair tersebut, Agus tetap menegaskan poin pentingnya bahwa tuduhan kartel politik atau rekayasa partai dalam Pilkada Kaltim tidak memiliki dasar yang kuat. (Red)

Satya Media Creative

Recent Posts

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

5 hari ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

6 hari ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

1 minggu ago

Di Balik Seragam Putih Abu-Abu, Amira Dirham Mengukir Prestasi di Ajang Olimpiade Nasional

MEDIASATYA.CO.ID - Di ruang kelas Sekolah Prestasi Global atau Modern Islamic School, Amira Dirham tumbuh…

4 minggu ago

Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh Perdalam Ekosistem Ekspor Lewat Bangku Doktoral

MEDIASATYA.CO.ID — Di tengah kesibukannya sebagai Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, H. Abdulloh masih…

1 bulan ago

Dari Perbatasan Nunukan ke Samarinda, Puang Dirham Ubah Lapas Jadi Ruang Harapan

MEDIASATYA.CO.ID - Di balik tembok tinggi dan jeruji besi, Puang Dirham mencoba menghadirkan wajah pemasyarakatan…

1 bulan ago