Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir
“Ya sudah dibuka kembali untuk umum, tapi belum boleh berenang di danau ubur-ubur,”
MEDISATYA.COM, BERAU – Destinasi wisata Pulau Kakaban yang sempat ditutup untuk umum kini telah dibuka kembali
Namun, wisatawan masih dilarang untuk berenang di Laguna Kakaban, yang merupakan habitat ubur-ubur tidak menyengat, guna memulihkan kondisi ekosistem di area tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Ilyas Natsir, mengonfirmasi bahwa Pulau Kakaban telah dibuka kembali untuk kunjungan wisatawan.
Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa saat ini para pelancong belum diperbolehkan untuk berenang di Laguna Kakaban.
Larangan ini diberlakukan untuk memastikan pemulihan habitat ubur-ubur yang sebelumnya dilaporkan mengalami penurunan populasi akibat migrasi.
“Ya sudah dibuka kembali untuk umum, tapi belum boleh berenang di danau ubur-ubur,” ungkap Ilyas saat diwawancarai oleh awak media.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kondisi ubur-ubur di Laguna Kakaban pulih sepenuhnya sebelum aktivitas berenang diizinkan kembali.
Ilyas menambahkan, pihaknya bekerja sama dengan ahli untuk memantau dan meneliti perkembangan populasi ubur-ubur di Laguna Kakaban.
“Kita ingin memastikan kondisi ubur-ubur di sana supaya benar-benar pulih dulu. Sebelum akhirnya bisa untuk berenang,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar kondisi ubur-ubur dapat pulih dengan cepat, sehingga wisatawan dapat menikmati pengalaman melihat ubur-ubur secara langsung.
Sebagai alternatif bagi wisatawan yang ingin berenang, Ilyas merekomendasikan Laguna Kehe Daing, yang juga memiliki keindahan alam yang menawan.
“Danau air biru Kehe Daing bagus juga untuk berenang,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa baru-baru ini, Laguna Kehe Daing telah dijajaki oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, yang berkunjung dan mencoba aktivitas paddling di sana.
Dibukanya kembali Pulau Kakaban, diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut.
Namun, penting bagi semua pihak untuk menjaga kelestarian ekosistem, terutama bagi habitat ubur-ubur yang menjadi daya tarik utama di Laguna Kakaban. (Redaksi/Git)
















