Pulau Derawan Terancam Abrasi, H. Saga Angkat Bicara

Berau, Mediasatya.com – Pulau Derawan, destinasi wisata andalan di Kabupaten Berau, kini menghadapi ancaman serius akibat abrasi pantai yang kian mengkhawatirkan. Dampak dari fenomena abrasi ini semakin nyata setelah tiga bangunan di kawasan tersebut hilang terbawa arus laut.

Anggota DPRD Berau, Sa’ga, menyuarakan keprihatinannya terkait kondisi ini. Meskipun abrasi pantai bukanlah kewenangan langsung Pemerintah Kabupaten Berau, ia menegaskan pentingnya peran pemkab dalam mencari solusi.

“Masalah abrasi sudah berkali-kali disampaikan, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemkab,” ucap Sa’ga, Selasa (29/10/2024).

Ia mendesak agar pemerintah segera menanggapi isu ini guna melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian alam di Pulau Derawan. Menurut Sa’ga, abrasi yang terus terjadi setiap tahun mengancam permukiman warga di sekitar pulau. Ia khawatir tanpa penanganan yang cepat, abrasi dapat berkembang menjadi bencana bagi penduduk setempat.

“Penanganan abrasi penting, tidak hanya untuk pelestarian alam, tapi juga demi melindungi kehidupan masyarakat di sekitar pulau,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti perlunya dukungan dari pemerintah pusat untuk mengatasi masalah ini, mengingat keterbatasan anggaran di tingkat daerah. Sa’ga berharap upaya penanganan abrasi di Pulau Derawan dapat dilakukan dengan cepat dan efektif, agar keberlanjutan pulau sebagai destinasi wisata tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Hendra Pranata, menyatakan bahwa rencana penanganan abrasi di Pulau Derawan akan dimulai pada tahun 2025. DPUPR Berau telah memperoleh izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KPUPR) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melaksanakan proyek ini. Pada tahun 2024, pihaknya akan fokus pada perencanaan dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar.

Hendra mengungkapkan bahwa pengerjaan fisik pembangunan pengaman pantai akan dilaksanakan pada tahun 2025, dengan alokasi dana Rp 10-15 miliar. Dalam merancang pengaman pantai, DPUPR akan bekerja sama dengan World Wildlife Fund (WWF) dan sejumlah LSM lingkungan untuk memastikan desain proyek tidak mengganggu habitat penyu yang berada di sekitar Pulau Derawan.

“Kami ingin memastikan bahwa proyek ini ramah lingkungan, agar tidak mengganggu ekosistem di Pulau Derawan. Karena itu, kami akan berkolaborasi dengan WWF dan LSM lingkungan lainnya,” tutup Hendra.

Dengan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan Pulau Derawan dapat terus menjadi destinasi wisata unggulan tanpa mengorbankan lingkungan serta kehidupan masyarakat yang bergantung pada pulau tersebut.

Indra/Rdk/Adv

Satya Media Creative

Recent Posts

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

4 hari ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

2 minggu ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

2 minggu ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

3 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago