Program “Gratispol”! Rudi Mas’ud dan Seno Aji Siapkan Program Gratis Untuk Masyarakat Kaltim.

Samarinda – Setelah mengikuti pencabutan nomor urut di Kantor KPU Kalimantan Timur, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2, Rudi Mas’ud dan Seno Aji, menggelar konferensi pers di Kantor Sekretariat DPD I Golkar, Jalan Mulawarman, Karang Munus, Samarinda.

Dalam kesempatan tersebut, Rudi Mas’ud mengungkapkan bahwa dirinya bersama Seno Aji memang berharap sejak awal untuk mendapatkan nomor urut 2. Rudi juga merujuk pada keberhasilan Paslon 02 pada Pilpres sebelumnya yang sukses memenangkan satu putaran pemilihan.

“Nomor urut 2 ini sesuai dengan harapan kami sejak awal. Pada Pilpres lalu, Paslon 02 sukses besar dalam satu putaran,” ujar Rudi.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan bahwa nomor urut 2 memberikan kemudahan dalam membentuk bahasa tubuh serta simbol tangan, yang dinilai lebih mudah dipahami masyarakat.

“Kami punya simbol di media itu centang, jadi jarinya harus begini,” jelas Rudi sambil menunjukkan simbol centang dengan dua jari.

Tidak hanya itu, pasangan calon nomor urut 2 juga memaparkan program unggulan yang mereka usung dengan slogan “Gratispol”. Rudi menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen mereka terhadap masyarakat, dengan janji memberikan berbagai fasilitas gratis apabila terpilih nanti.

“Segala sesuatunya gratis, mulai dari program makan gratis, pendidikan untuk anak-anak sekolah gratis, hingga pemberangkatan marbot masjid ke Baitullah secara gratis dengan catatan kuota bertahap,” paparnya.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai potensi pembiayaan program-program tersebut dan dampaknya terhadap APBD Provinsi Kaltim, Seno Aji sebagai calon wakil gubernur memberikan penjelasan. Menurutnya, banyak anggaran di Dinas Pendidikan yang tidak terpakai (silfa), sehingga masyarakat dirugikan.

“Lihat saja di Dinas Pendidikan, berapa persen silfa yang ada. Kalau banyak anggaran yang tidak terpakai, kasihan masyarakat,” ujar Seno.

Seno menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang baik agar tidak terjadi silfa yang besar, karena hal tersebut dapat memengaruhi APBD di tahun-tahun berikutnya.

“Saya berbicara berdasarkan pengalaman, karena saya pernah menjadi anggota DPRD,” tambahnya.

Rudi Mas’ud juga menyampaikan bahwa dalam mengelola anggaran, kepala daerah harus lebih mengandalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) daripada APBD, dengan memberikan contoh keberhasilan DKI Jakarta dalam memaksimalkan PAD.

“Bagaimana caranya membuat yang tampaknya tidak mungkin menjadi mungkin. Itu tugas pemimpin,” tandasnya.

aldi/rdk

Satya Media Creative

Recent Posts

Seni di Era AI Jadi Bahasan di Universitas Terbuka Samarinda, Fachri Mahayupa: Carilah Makna

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Puluhan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Samarinda mengangkat telepon genggam mereka hampir bersamaan,…

2 hari ago

Abdulloh Bergerak ke BPH Migas, DPRD Kaltim Perjuangkan Tambahan Kuota Pertalite

MEDIASATYA.CO.ID — Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sering kali tidak berhenti di SPBU. Di…

5 hari ago

Tio: Biliar Mirip Politik! Yang Dipukul di Sini Bisa Masuk di Sana

MEDIASATYA.CO.ID, SAMARINDA — Meja biliar menjadi titik temu wartawan, mitra media, dan pegiat olahraga dalam…

2 minggu ago

Abdulloh Dorong Bandara Kalimarau Berau Naik Kelas, Jadi Gerbang Wisata Internasional Kaltim

MEDIASATYA.CO.ID – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdulloh, mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau di…

1 bulan ago

Abdulloh Kawal Kebangkitan Bandara Tanah Grogot, DPRD Kaltim Dorong Keberlanjutan Proyek Strategis

MEDIASATYA.CO.ID – Harapan masyarakat Kabupaten Paser untuk memiliki bandara akhirnya kembali menemukan titik terang. Setelah…

1 bulan ago

60 Pelajar, 15 Sekolah, Satu Panggung: Regenerasi Teater Kaltim Menemukan Jalannya

MEDIASATYA.CO.ID – Tepuk tangan panjang menggema di Gedung Bahimung UPTD Taman Budaya Provinsi Kalimantan Timur,…

1 bulan ago