Berita Terbaru

Penjara di Pulau Terpencil Versi Prabowo Belum Cukup, KPK Usul Koruptor tak Dikasih Makan

MEDIASATYA.CO.ID – Ternyata penjara di pulau terpencil usulan Prabowo Subianto untuk mengandangi koruptor belum cukup.

KPK justru menambahkan sudah selayaknya koruptor tak perlu diberi makan oleh negara.

Diketahui, rencana Presiden Prabowo Subianto membangun penjara khusus koruptor di sebuah pulau terpencil menuai dukungan dari pelbagai kalangan, termasuk dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johanis Tanak bahkan sampai mengusulkan koruptor yang mendekam di penjara tersebut tak perlu lagi dikasih makan oleh negara.

Menurutnya, pemerintah cukup menyediakan alat pertanian agar para koruptor bisa berkebun dan menghidupi diri sendiri.

“Saya sependapat bila Presiden membuat penjara di pulau yg terpencil dan terluar yang ada di sekitar Pulau Buruh untuk semua pelaku tindak pidana korupsi. Pemerintah tidak perlu menyediakan makanan untuk mereka, cukup sediakan alat pertanian, supaya mereka berkebun, bercocok tanam di ladang atau di sawah tuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri yang berasal dari hasil keringat mereka sendiri,” kata Johanis dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/3/2025).

Tak hanya itu, Johanis juga menilai, hukuman untuk koruptor selama ini masih terlalu ringan.

Ia mengusulkan agar minimal 10 tahun penjara hingga seumur hidup.

Hal ini supaya ada efek jera bagi para pelaku.

“Selain itu hukuman pelaku tindak pidana korupsi diperberat dengan hukuman badan minimal 10 tahun hingga hukuman seumur hidup. Harapan saya, dengan begitu, orang akan punya rasa takut tuk melakukan korupsi,” tandas dia.

Rencana Prabowo

Presiden Prabowo Subianto berencana membangun penjara di tempat terpencil untuk para koruptor. Prabowo mengatakan dirinya akan mencari pulau agar para koruptor tak bisa kabur dari penjara.

“Saya juga akan sisihkan dana buat penjara di suatu tempat yang terpencil, mereka enggak bisa keluar. Kita akan cari pulau, kalau mereka keluar biar ketemu sama hiu,” jelas Prabowo saat meluncurkan mekanisme baru pencairan tunjangan guru ASN daerah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Senayan Jakarta, Kamis (13/3/2025).

Dia menegaskan komitmennya memberantas korupsi di Indonesia.

Pasalnya, kata Prabowo, korupsi akan membuat negara menjadi hancur.

“Enggak ada negara yang korupsi, korupsi menuju negara yg hancur. Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor,” ujarnya.

Bahkan, Prabowo menekankan dirinya siap mati untuk bangsa dan negara. Dia tidak takut menghadapi mafia-mafia dan koruptor.

“Mereka harusnya ngerti saya ini siap mati untuk bangsa dan negara ini. Mafia manapun saya tidak takut. Apalagi ada Kapolri dan TNI, apalagi ada guru-guru akan membantu saya,” jelas Prabowo.

Menurut dia, koruptor membuat kehidupan para guru, dokter, perawat, dan petani menjadi susah. Untuk itu, Prabowo ingin mengusir para koruptor dari Indonesia.

“Koruptor-koruptor itulah yang buat guru-guru susah, dokter-dokter, perawat-perawat, petani-petani susah. Kita akan ngusir mereka dari bumi Indonesia kalau perlu,” ujar Prabowo.

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Dari Samarinda ke Panggung Nasional, Teater Dahana Bawa Nama Kalimantan ke FTRN ISI Yogyakarta

MEDIASATYA.CO.ID – Di tengah dominasi kelompok teater dari Pulau Jawa dan kota-kota besar Indonesia, sebuah…

1 bulan ago

Pentas Tahunan Teater Kacamata: ‘Benar Itu Kalah’ Menggugat Luka Korupsi dan Kemiskinan

MEDIASATYA.CO.ID – Bagaimana jika kejujuran justru menjadi pihak yang kalah? Pertanyaan itu menjadi benang merah…

1 bulan ago

Abdulloh Jadi Saksi Lahirnya Layanan Jantung Modern di Balikpapan: Jawaban Kebutuhan Rakyat

Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh "Kemudahan administrasi, kecepatan penanganan pasien, kenyamanan fasilitas, serta transparansi…

1 bulan ago

Tragedi 53 Korban Lubang Tambang di Kaltim, Abdulloh Desak Perbaikan Total Tata Kelola

MEDIASATYA.CO.ID - Tragedi lubang bekas tambang batu bara di Kalimantan Timur yang kembali menelan korban…

2 bulan ago

DKP3 Bontang Siapkan Revolusi Ketahanan Pangan dari Sekolah, Smartani Jadi Senjata

MEDIASATYA.CO.ID – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) menyiapkan transformasi…

2 bulan ago

Transformasi Kultural Tata Kelola Pelayanan Haji Indonesia

Prof. Singgih Tri Sulistiyono Guru Besar Sejarah Maritim Universitas Diponegoro, Fakultas Ilmu Budaya dan anggota…

2 bulan ago