Berita Terbaru

Mobil Penyedot Lumpur Rp3 Miliar Berau Sia-sia? Bupati Ingatkan DPUPR

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas

“Kita sudah miliki kendaraan penyedot lumpur, hingga sekarang belum kunjung difungsikan. Padahal pengadaannya mencapai Rp3 miliar. Sayang kalau tidak dimanfaatkan.”

MEDIASATYA.CO.ID, BERAU – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyoroti belum optimalnya pemanfaatan kendaraan penyedot lumpur yang telah dibeli menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp3 miliar.

Alat tersebut seharusnya membantu upaya penanganan banjir, terutama di kawasan perkotaan, namun hingga kini belum menunjukkan hasil yang diharapkan.

“Kita sudah miliki kendaraan penyedot lumpur, hingga sekarang belum kunjung difungsikan. Padahal pengadaannya mencapai Rp3 miliar. Sayang kalau tidak dimanfaatkan,” ujarnya baru-baru ini.

Alat berat tersebut berada di bawah pengelolaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

Namun, menurut Sri, ada kendala teknis yang membuat operasionalnya kurang efektif, salah satunya karena material lumpur yang terlalu keras sehingga sulit disedot langsung.

“Material yang hendak disedot terlalu keras, sehingga alat tidak bisa bergerak optimal,” jelasnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Bupati mengusulkan adanya kolaborasi antara DPUPR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ia menyarankan penggunaan semprotan air bertekanan tinggi dari unit pemadam kebakaran milik BPBD untuk melunakkan lumpur sebelum disedot.

“Kalau disemprot dulu pakai alat pemadam BPBD, tanahnya bisa lunak, baru disedot. Kalau dikerjakan bersama, saya yakin alat itu bisa digunakan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Sri Juniarsih juga membuka kemungkinan untuk mengalihkan pengelolaan kendaraan tersebut dari DPUPR ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), yang dinilai lebih sesuai secara fungsional dan operasional.

“Kalau bisa, itu diserahterimakan dari PUPR ke DLHK supaya bisa dimanfaatkan. Karena kalau tetap di PUPR, itu bukan bidangnya,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa seluruh pengadaan barang dan jasa dari anggaran daerah harus memberikan dampak nyata, apalagi dalam hal yang menyangkut kepentingan publik seperti penanganan banjir.

“Saya ingin realisasi dalam bulan-bulan ini. Setiap anggaran harus berdasarkan kebutuhan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Sri. (Redaksi/Git)

Redaksi

Redaksi Media Satya News

Recent Posts

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

5 hari ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

2 minggu ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

2 minggu ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

3 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago