KNPI Was-was Dampak IUP PT Berau Coal tak Diperpanjang, Rizky: Pengangguran Naik dan Daya Beli Turun

Ketua KNPI Dewan Pimpinan Kecamatan Tanjung Redeb, Marwan Rizky Aditya

“Dampak terburuknya, ya, tingkat pengangguran meningkat dan otomatis daya beli masyarakat menurun,”

MEDIASATYA.COM, BERAU – Isu perpanjangan izin usaha pertambangan (IUP) PT Berau Coal jadi sorotan publik.

Sebagai informasi, IUP PT Berau Coal akan berakhir pada 22 April 2025 mendatang.

Isu perpanjangan IUP PT Berau Coal menuai beragam respons pro dan kontra dari berbagai pihak.

Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, legislatif hingga organisasi kemasyarakatan Berau, Kalimantan Timur menyuarakan aspirasi dan pandangannya.

Tak terkecuali, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Tanjung Redeb, Marwan Rizky Aditya.

Sosok yang menakhodai suara pemuda Tanjung Redeb, Berau itu kepada media ini menyatakan keberatan terhadap penundaan izin PT Berau Coal.

“Terus terang saya keberatan. Jika benar ditunda maka harus ada solusi konkret dari pemerintah, ” tegasnya.

Marwan Rizky Aditya menjelaskan bahwa penundaan izin PT Berau Coal dapat berdampak signifikan terhadap ekonomi Kabupaten Berau.

“Masalahnya nanti akan timbul banyak dampak negatif pada ekonomi di Berau ini,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa puluhan ribu tenaga kerja yang bergantung pada beberapa kontraktor dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penerima manfaat dari Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) akan merasakan dampak langsung jika izin perpanjangan tidak diberikan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak terburuk yang mungkin terjadi.

Misal potensi meningkatnya tingkat pengangguran dan penurunan daya beli masyarakat.

“Dampak terburuknya, ya, tingkat pengangguran meningkat dan otomatis daya beli masyarakat menurun,” keluhnya.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberlanjutan aktivitas pertambangan bagi perekonomian lokal.

Marwan Rizky Aditya berharap agar Pemerintah Kabupaten Berau segera mencari solusi untuk mengatasi permasalahan ini, agar tidak muncul masalah baru di masa depan.

“PR untuk kita semua terutama Pemerintah Daerah Berau, semoga ada titik terangnya,” tutupnya. (Redaksi)

Satya Media Creative

Recent Posts

Peringati Hari Kartini, Abissia Bike Ajak Perempuan Berau Gowes Sambil Berkebaya

MEDIASATYA.CO.ID - Senja di Berau pada Minggu (19/4) berlangsung sedikit berbeda dari biasanya. Alih-alih menghabiskan…

4 hari ago

Abdulloh dan Jalan Menjaga Kaltim Tetap Damai di Tengah Gelombang Aksi 21 April

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah riuh rencana aksi besar yang akan digelar pada 21 April 2026,…

2 minggu ago

Jelang Aksi 21 April, Abdulloh Tegaskan LMP Kaltim Siap Jaga Kondusifitas Bersama TNI-Polri

MEDIASATYA.CO.ID - Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Kalimantan Timur, H. Abdulloh, menegaskan komitmen…

2 minggu ago

Jalan Salib Hidup OMK Berau: Ketika Iman Dihidupkan di Atas Panggung

MEDIASATYA.CO.ID - Halaman Gereja St. Eugenius de Mazenod di Tanjung Redeb tak sekadar menjadi tempat…

3 minggu ago

Respons Abdulloh Soal Isu Gaji Pekerja RDMP Balikpapan: Proyek Besar Tak Boleh Abaikan Hak Buruh

MEDIASATYA.CO.ID, BALIKPAPAN - Di tengah kabar gaji pekerja proyek RDMP Balikpapan yang belum terbayar hingga…

2 bulan ago

Perjuangan Abdulloh Kawal Pembangunan Bank Darah RSUD Kanujoso Balikpapan: Kesehatan Warga Utama

MEDIASATYA.CO.ID - Di tengah ketatnya ruang fiskal APBD 2026, satu isu yang tampaknya tak bisa…

2 bulan ago